Potret Mengerikan Alam Tercemar Sampah Plastik

FotoINET

Potret Mengerikan Alam Tercemar Sampah Plastik

istimewa - detikInet
Senin, 21 Mei 2018 13:35 WIB

Jakarta - Planet atau plastik? demikian tagline edisi majalah terbaru National Geographic. Bagian covernya menggambarkan plastik ala bongkahan es.

Majalah ternama National Geographic meluncurkan edisi majalah terbaru dengan cover gambar majalah yang menohok pembaca. Pasalnya pada cover majalah tersebut NatGeo menggambarkan sebuah bongkahan es di lautan namun benda tersebut ternyata merupakan plastik yang mengambang di laut. (Foto: National Geographic)

"18 kilogram plastik berakhir di lautan setiap tahun. Dan itu hanya tampak seperti puncak gunung es" tertulis pada bagian cover majalah tersebut. (Foto: National Geographic)

Maksud dari kata tersebut adalah, pemandangan gunung es di permukaan terlihat kecil namun di bagian dalam begitu besar. Seperti itulah kondisi plastik di laut saat ini. (Foto: National Geographic)

Di balik cover gambar tersebut merupakan bentuk kepedulian NatGeo untuk mengkampanyekan dan memberitahukan jika sampah di dunia ini sudah benar-benar mengkhawatirkan. (Foto: National Geographic)

Tujuannya adalah agar masyarakat dapat mengurangi porsi pemakaian platik. Tak hanya ditujukan kepada masyrakat, namun ini juga mengingatkan kepada sejumlah produsen produk-produk yang menggunakan plastik. (Foto: National Geographic)

“Hal yang paling menyedihkan adalah, mereka memakan plastik dan mengira itu adalah makanan,” kata Matthew Savoca, ahli biologi kelautan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) kepada National Geographic. (Foto: National Geographic)

Salah satu foto paling fenomenal yang memperlihatkan kuda laut membawa sampah cutton bud ini. (Foto: National Geographic)

“Bayangkan Anda makan siang dan kemudian malah merasa lemah, lesu, dan lapar sepanjang hari. Itu akan sangat membingungkan.” tambahnya. (Foto: National Geographic)

Ketika mereka hidup berdekatan dengan ribuan sampah. (Foto: National Geographic)

Para ilmuwan dan peneliti mengatakan tentang dampak negatif jangka panjang dari plastik, karena dapat melarut menjadi partikel mikroskopis yang akhirnya masuk ke rantai makanan manusia. (Foto: National Geographic)

Pada deretan foto-foto ini menggambarkan kerusakan akibat sampah plastik setiap tahun bagi lingkungan dan satwa liar tak hanya di laut tapi juga di darat. (Foto: National Geographic)

Hal inilah yang turut mendorong NatGeo untuk mengedukasi masyarakat dalam pemakaian jumlah plastik. Bahkan kalau bisa tidak perlu adanya lagi plastik di dunia ini. (Foto: National Geographic)

"Selama 130 tahun, National Geographic telah mendokumentasikan kisah-kisah planet bumi, memberikan penonton di seluruh dunia dengan jendela ke dalam keindahan bumi yang menakjubkan serta ancaman yang dihadapinya," Gary E. Knell, CEO National Geographic Partners. (Foto: National Geographic)

“Setiap hari, para penjelajah, peneliti, dan fotografer kami di lapangan menyaksikan langsung dampak merusak dari plastik sekali pakai di lautan kami, dan situasinya menjadi semakin mengerikan.” tambahnya. (Foto: National Geographic)

Kampanye National Graphic ini untuk lebih mendidik kepada masyrakat tentang persoalan krisis yang saat ini sedang berkmbang. (Foto: National Geographic)

(/)