Serangan Cryptojacking Semakin Meningkat

FotoINET

Serangan Cryptojacking Semakin Meningkat

Agung - detikInet
Jumat, 13 Apr 2018 18:25 WIB

Jakarta - Symantec Internet Security Threat Report (ISTR) mengumumkan metode cryptojacking sebagai serangan siber yang menghasilkan aliran pendapatan dan menguntungkan

Andris Masengi Country Manager Symantec Indonesia dan David Rajoo Director Systems Engineering Malaysia & Indonesia saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (13/4/2018). Symantec Internet Security Threat Report (ISTR) mengumumkan metode cryptojacking sebagai serangan siber yang bisa menghasilkan aliran pendapatan baru dan sangat menguntungkan. Hal tersebut didukung oleh pasar ransomware sudah terlalu sesak dan mulai tidak menguntungkan.

Selain memberikan pandangan menyeluruh tentang bidang ancaman, ISTR Symantec juga menyajikan informasi tentang aktivitas ancaman global, tren kejahatan siber dan motivasi penyerang. Laporan tersebut menganalisa data dari Symantec Global Intelligent Network, yaitu jaringan yang mengumpulkan ancaman sipil terbesar di dunia yang mencatat aktivitas 126,5 juta sensor serangan di dunia dan memantau aktivitas ancaman di lebih dari 157 negara dan wilayah.

Selama tahun lalu, kenaikan nilai cryptocurrency yang tajam memicu ‘perburuan emas’ cryptojacking bagi penjahat siber yang mencoba masuk ke pasar yang tak stabil. Deteksi penambang koin pada komputer endpoint meningkat 8.500 persen pada tahun 2017. Indonesia berada di peringkat kelima di wilayah Asia Pasifik dan Jepang (APJ) serta berada di urutan ke-23 secara global untuk aktivitas penambangan crypto.

Symantec menemukan peningkatan sebesar 600 persen dalam serangan IoT secara keseluruhan tahun 2017. Artinya, penjahat siber dapat memanfaatkan sifat terhubung dari perangkat untuk menambang keuntungan massal.  

(/)