Puluhan Tahun Terisolasi, 7 Desa Ini Akhirnya Bisa Komunikasi

FotoINET

Puluhan Tahun Terisolasi, 7 Desa Ini Akhirnya Bisa Komunikasi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 23 Jan 2018 22:22 WIB

Jakarta - Tujuh desa yang ada di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, akhirnya kebagian layanan telekomunikasi setelah puluhan tahun lamanya terisolasi.

Ketujuh desa yang dimaksud adalah Binjai, Sungai Kumap, Salikung, Purui, Panaan, Hegar Manah, dan Dambung Raya. Seluruh desa tersebut akses telekomunikasinya akan disokong tujuh Base Transceiver Station (BTS) 2G yang dioperasikan oleh XL Axiata. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)

Bupati Kabupaten Tabalong Anang Syahkfiani menuturkan ketujuh desa tersebut tidak menikmati layanan telekomunikasi selama puluhan tahun. Itu terhitung dari baru dibentuknya Kabupaten Tabalong 1 Desember 1965. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)

“Berdirinya menara BTS yang dibangun pada tujuh desa di Kabupaten Tabalong sungguh merupakan berkah bagi kita,” ujar Anang dalam sambutannya, Purui, Kabupaten Tabalong (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)

Sementara itu, Desy Sari Dewi selaku VP North Region XL Axiata, mengungkapkan rasa bangganya XL diberi kesempatan untuk bisa bekerjasama dan membangun BTS di ujung Kalimantan Selatan. “Kalau kita lihat tujuh BTS ini medannya sangat berat, itu merupakan tantangan bagi XL. Kita juga tertantang, di mana tak hanya membangun di area perkotaan tapi juga sampai ke area terpencil. Itu salah satu komitmen XL untuk menyediakan layanan sampai ke pelosok,” kata Desy. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini merupakan implementasi dari program BTS Universal Service Obligation (USO) oleh Kementerian Kominfo yang dikerjakan melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan informatika (BAKTI). (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)

Sebelum menyandang nama BAKTI, divisi Kominfo yang mengurusi penyediaan internet di daerah terpencil ini bernama Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI). (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)

Program BTS USO adalah bantuan pembangunan BTS di wilayah blankspot atau tidak terpancar sinyal telekomunikasi dari BTS komersial untuk melayani akses telekomunikasi. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)

Melalui skema bottom up, titik lokasi pembangunan merupakan usulan dari pemerintah daerah (pemda) dengan menyediakan lahan hibah yang akan menjadi lokasi pembangunan BTS, lalu BAKTI menyediakan infrastrukturnya. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)

Untuk memeratakan akses internet merata di seluruh Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana untuk membangun Base Transceiver Station (BTS) secara masif sepanjang tahun 2018. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)

BTS yang sebagai pemancar layanan telekomunikasi ini ditargetkan dapat terbangun sampai di angka 5.000 unit lewat program BTS Universal Service Obligation (USO). Kominfo akan menancapkan BTS tersebut di area yang tidak dimasuki operator seluler karena faktor bisnis. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)

“Kita percepat dalam waktu dekat ke angka 5.000-an BTS sampai akhir 2018. Kita prioritaskan di daerah 3T, yaitu tertinggal, terdepan, dan terluar, itu ada 132 kabupaten kalau nggak salah tercakup di dalam itu. 5.000-an BTS itu minimal sudah 3G,” ujar Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo Ismail ditemui di Purui, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)

Berdasarkan akumulasi sampai akhir 2017, program BTS USO yang telah terbangun mencapai 663 unit. Dengan tingginya target BTS USO pada tahun ini, Kominfo masih mencari cara pendekatan hingga cara tender agar tujuan penggelaran pembangunan infrastruktur telekomunikasi dapat sesuai harapan. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini merupakan implementasi dari program BTS USO oleh Kementerian Kominfo yang dikerjakan melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan informatika (BAKTI). (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)

Program BTS USO adalah bantuan pembangunan BTS di wilayah blankspot atau tidak terpancar sinyal telekomunikasi dari BTS komersial untuk melayani akses telekomunikasi. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)

(/)