Kreasi Ala Anak Negeri
- detikInet
Jakarta -
Setidaknya dua perusahaan pengembang games lokal kini diandalkan mengisi content di operator. Selain bermutu, hasil karya orisinil anak negeri ini sering lahir dari ide permainan tradisional Indonesia.Membuka perusahaan pengembang game memang membutuhkan idealisme tinggi. Bagaimana tidak, disamping pasarnya belum benar-benar matang (mature), mereka harus pandai-pandai mengatur strategi menggaet konsumen. Tak cuma penggemar mobile games lokal, kalau perlu games mania di luar negeri bisa ikut mencicipi hasil karya anak negeri. Berikut dua profil perusahaan pengembang games yang kini memasok games Java di operator GSM dalam negeri. Sebagai catatan, keduanya tidak sekadar menjual games, namun benar-benar mendesain, membangun dan membuat games tersebut hingga bisa dinikmati oleh penggemar games di tanah air.Game Online InovaPerusahaan ini adalah anak perusahaan Jatis Mobile, sebuah IT consultant. Awal 2002, pertama kali GOI menjadi game developer bekerja sama dengan Trikomsel dengan nama Okegame. Kemudian berlanjut Juni 2003, mereka meluncurkan game mobile pertama. Sejak awal berdiri, beberapa game GOI sudah diakui oleh publisher dari luar negeri. Salah satu game buatan GOI yang kini dibundling pada beberapa seri ponsel Nokia adalah mypet. GOI juga tercatat menjadi satu-satunya game developer dari Asia Tenggara yang masuk dalam persaingan antar game developer di Nokia. Menurut pengakuan Tommy Jenie, CEO Game Online Inova, berdasarkan ranking, saat ini GOI menduduki ranking 8 dari 10 game untuk Nokia Asia Pasifik. Peringkat 1 hingga 7 dan 9 hingga 10 dikuasi oleh games developer Capco dan Namco. Dalam waktu dekat, GOI berencana meluncurkan games action war bersama Nokia. Untuk memasarkan produk-produk game-nya, pihak GOI selalu mengikuti pameran game di luar negeri. Enaknya, bila berhubungan dengan operator luar negeri seperti Eropa, nilai jual games bisa terdongkrak naik. Hingga saat ini imbuh Tommy, sudah ada 22 games yang sudah terjual ke luar negeri. Games-games berjenis puzzle misalnya tak cuma mencatat rekor pengguna di Indonesia, di negeri tetangga yakni Thailand dan Singapura rata-rata games tersebut bisa didownload lebih dari 5000 kali. Di samping itu, games-games buatan GOI mayoritas hadir dengan tampilan grafis menarik. Juga dari sisi ide, selain mengembangkan ide dengan taste luar negeri, GOI menawarkan pula games dengan sentuhan tradisional seperti Catur Jawa. Dengan studio yang ada di kawasan Kelapa Gading, saat ini Game Online Inova yang awalnya cuma diawaki oleh enam orang karyawan sekarang telah berkembang dengan dukungan 12 programmer, empat graphic assistant, seorang graphic designer, dan seorang art director.Braincode SolutionPerusahaan ini awalnya bergerak di penyediaan solusi IT. Ditukangi empat sekawan dan berbasis di Bandung, mereka lantas tergiur masuk ke aplikasi Java. Hasilnya, kini mereka menawarkan beberapa games Java buatan sendiri dengan bermacam kategori games. Yang cukup unik dari games Java keluaran Braincode yakni muatan lokal yang dimiliki. Ini terbukti dari judul-judul games yang dibuat sangat sederhana dan bercita rasa lokal. Misalnya Pentung Bandit, Kapal Perang, Perang Udara, Raja Bom maupun Dam-daman.Menurut Herjuno Wahyu Aji, marketing manager Braincode, pihaknya sengaja membuat layanan games dengan karakter seperti ini agar gampang diterima oleh penggemar games di tanah air. "Kami tak ingin sekadar tampil beda. Yang paling penting kami memastikan layanan yang kami berikan bisa berjalan baik," ujar Herjuno. Dengan menggandeng studio animasi di kawasan Yogya, keempat orang pendiri Braincode ini juga berperan sebagai pembuat aplikasi. Meski belum diketahui bagaimana hasil respon masyarakat terhadap rancangan mereka, namun setidaknya apa yang ditawarkan Braincode bisa menjadi alternatif bagi penggemar games ketika akan mendownload game. Cuma agak disayangkan, hasil games-games Java buatan Braincode ini belum kelihatan maksimal terutama dari sisi grafis.
(Lukman/Adi/)