Lebih dari 80 tim bertarung dalam ajang tersebut. Masing-masing membangun sebuah robot yang diharapkan mampu bekerja sendiri tanpa remote control. Rata-rata robot tersebut seperti kerangka mobil. Namun, soal kemampuan, robot-robot tersebut tak sebatas hanya seperti mobil remote-control saja.
"Di Jepang, kami telah berupaya untuk melatih orang untuk dapat menciptakan sesuatu. Di sini, kami bermaksud membuat anak-anak semakin antusias terhadap ilmu pengetahuan," ujar Yasuhide Kobayashi, panitia World Robot Olympiad untuk area Jepang seperti dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (2/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak-anak yang rata-rata berumur 13 hingga 19 tahun ini nampak antusias memamerkan robot buatannya dan nampak tegang saat robotnya harus menjalankan beberapa task seperti mendeteksi keberadaan barang.
"Dalam ajang internasional nanti, kami harus menulis program sendiri saat bertanding. Karena itulah kami harus bekerja keras," ujar Kozuke Suzuki, kontestan yang berumur sekitar 14 tahunan tersebut.
Tugas yang harus dilewati robot-robot tersebut tersebut termasuk mendeteksi keberadaan sebuah barang, mendorong hingga mengangkat benda. Untuk itu para ilmuwan cilik ini harus membuat formula program yang pas untuk dapat lolos uji. (amz/ash)