Pasalnya, berkaca pada musibah Badai Katrina beberapa waktu lalu, para operator ini diserang kritik sekaligus mendapat tekanan dari regulator untuk bisa menggelar layanan di tengah masa genting tersebut.
Verizon Wireless telah menghabiskan US$ 137 juta pada tahun lalu untuk meningkatkan jaringannya di kawasan pesisir Gulf. Hal ini termasuk menggandakan kapasitas pusat switching regional mereka untuk mengakomodir serbuan panggilan pengguna ketika bencana terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, AT&T selaku penyedia layanan telepon rumah terbesar di kawasan ini juga telah menambah kapasitas dan meng-upgrade infrastruktur di wilayah pesisir Gulf.
Mereka telah mengganti sejumlah kabel yang ditengarai bakal terendam di daerah banjir dengan produk yang tahan air, sedangkan kabel fiber optik diganti dengan kawat tembaga.
Lain lagi dengan yang dilakukan Sprint. Mereka telah menghabiskan US$ 59 juta di 2007 untuk mempersiapkan 'amunisi' guna menerjang badai. Perusahaan ini telah memasang generator secara permanen di lebih dari 1.000 titik yang diprediksi telah menjadi langganan kunjungan badai.
Pada Jumat lalu, badai Gustav sendiri telah singgah dekat Jamaika, dan para peneliti mengatakan bahwa badai tersebut selanjutnya bakal bergerak ke pesisir Louisiana.
Mau curhat seputar operator telekomunikasi? Sampaikan saja ke detikINET Forum.
(ash/fyk)