Tentunya, bukan keong dalam arti sebenarnya. Karena jika dibandingkan kecepatan akses di negara yang tertinggal sebenarnya rata-rata kecepatan akses broadband di negara adidaya itu sudah cukup mengesankan.
Namun, seperti terungkap dalam survei tahunan Speed Matters dari lembaga Communication Workers of America (CWA), rata-rata kecepatan akses broadband di negara itu masih rendah. AS kini menduduki posisi 15 dalam kecepatan akses.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini membuat AS, khususnya lembaga CWA, resah. Jepang, misalnya, telah mencapai rata-rta 63 Mbps atau sekitar 30 kali lebih cepat dibandingkan AS. Negara lain di atas AS mencakup Korea Selatan (49 Mbps), Finlandia (21 Mbps), Prancis (17 Mbps) hingga Kanada (7,6 Mbps).
Sedangkan kemampuan upload di negara yang warganya gemar 'bermain YouTube' itu adalah 435 Kbps. Ini naik 'sedikit' dibandingkan tahun 2007 yang tercatat pada rata-rata 371 Kbps. CWA mengatakan dengan tingkat pertumbuhan yang rendah itu, AS butuh waktu 100 tahun untuk bisa menyamai kemampuan Jepang saat ini.
CWA menyarankan pemerintah AS untuk mendorong adanya akses internet universal, yaitu tersedia bagi semua warga negaranya dengan harga yang terjangkau. AS, sebut laporan CWA, harus mencapai kemampuan download 10 Mbps dan upload 1 Mbps pada 2010.
Selain itu, CWA menegaskan bahwa AS perlu melindungi kebabasan berbicara di internet dan tidak menerapkan sensor terhadap konten di internet. Dan tentunya, CWA berharap akan ada perlindungan konsumen serta jaminan akan layanan internet yang tersedia.
Ngobrol koneksi internet yuk di detikINET Forum
(wsh/wsh)