Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Diprotes Soal Internet, Panitia Olimpiade Kewalahan

Diprotes Soal Internet, Panitia Olimpiade Kewalahan


- detikInet

Beijing - Dengan adanya perhelatan olimpiade di Beijing, China mulai pekan lalu, otomatis banyak pengunjung dari luar China khususnya para jurnalis yang melaporkan perhelatan olah raga akbar tahun ini itu.

Kebijakan sensor internet China pun jadi perdebatan. Pada awalnya, para jurnalis tak bisa bebas berselancar di internet karena kebijakan menetapkan sensor internet bagi beberapa situs dan keyword tertentu. Namun, kritikan yang masuk membuat The International Olympic Committee (IOC) akhirnya melunak soal sensor ini dan membuka akses kepada para jurnalis.

Walau sudah dinyatakan tak lagi disensor, IOC lagi-lagi diprotes. Karena nyatanya, masih banyak situs yang diblok yang tidak bisa diakses. Padahal ada kemungkinan situs yang diblokir tersebut bisa mendukung pekerjaan para jurnalis internasional yang bertugas di Ibukota China tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun IOC tidak bisa berbuat banyak. Walau sudah meminta kebijakan ke pemerintah, nyatanya masih ada situs yang terblokir. Pada akhirnya semua adalah kebijakan negara, bukan panitia olimpiade. Hal ini membuat IOC terpojok.

"Kita tidak akan minta maaf untuk sesuatu yang bukan tanggung jawab IOC. Kami tidak menjalankan internet di China, namun adalah otoritas dari China yang mengurusnya," tukas Jacques Rogge, President of International Olympic Comittee seperti dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (5/8/2008). "Saya perjelas, IOC hanya membantu para insan media untuk memfasitiasi internet, itu untuk digaris bawahi," tandas Jacques.

Kebijakan pemerintah ini memang cukup membuat kewalahan IOC. Karena komplain terus berdatangan, namun mereka tak bisa berbuat apa-apa. (amz/amz)






Hide Ads