"Kami mengirimkan pesan pada toko-toko untuk menghentikan penjualan GTA dan kami akan menggantinya dengan game lain," tandas Sakchai Chotikachinda, Marketing Director distributor GTA di Thailand, New Era Interactive Media.
Seperti dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Selasa (5/8/2008), polisi menyatakan, sang tersangka pembunuhan bernama Polwat Chinno itu memang mengakui bahwa perbuatan kejinya diinspirasi oleh GTA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
GTA sendiri telah lama dikritik di berbagai belahan dunia karena banyaknya adegan kekerasan yang bertebaran dalam game ini. Pejabat senior di Kementerian Kebudayaan Thailand juga tak ketinggalan melayangkan protesnya.
"Situasi bisa bertambah buruk. Hari ini sopir taksi yang dibunuh, besok-besok bisa jadi pemilik toko video game jadi korban," papar Ladda Thangsupachai, direktur Cultural Surveillance Centre di Kementerian Kebudayaan Thailand.
Kasus pembunuhan ini seharusnya jadi pemicu bagi pemerintah Thailand untuk menangkal dampak game kekerasan. Orang tua pun juga perlu lebih memperhatikan game apa yang dimainkan oleh anak-anak mereka.
Berbagi cerita seru soal video game? gabung saja di detikINET Forum!
(fyk/wsh)