Setidaknya, itulah laporan para aktivis kemanusiaan bernama Toward Freedom yang dilansir PCWorld dan dikutip detikINET, Kamis (31/7/2008).
Laporan itu mengungkap, besarnya kebutuhan bahan tambang komponen PlayStation 2 bernama coltan, pernah menyebabkan terjadinya perang brutal di negara Republik Demokratik Kongo. Tak hanya untuk PlayStation, coltan ini juga dipakai dalam beragam perangkat, termasuk ponsel dan komputer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang, kebutuhan akan coltan relatif tinggi. Militer Rwanda lalu mempekerjakan banyak orang untuk menambang coltan, sebagian dari mereka mati saat bekerja karena tak mendapat fasilitas yang layak.
"Anak-anak di Kongo bekerja sampai mati di penambangan agar anak Eropa dan Amerika Serikat bisa bermain game dengan nyaman di ruang tamu mereka," demikian dikatakan mantan anggota parlemen Inggris, Oona King mengenai fenomena ini.
Pihak Sony sendiri mengklaim bahwa mereka tidak lagi menggunakan bahan coltan dari Kongo. Mereka mendapatkannya dari tempat lain dan menyatakan material yang mereka pakai berasal dari sumber yang legal.
Berbagi cerita seru soal Playstation? Gabung saja di detikINET Forum! (fyk/ash)