Kerry Harvey -- si korban -- mengungkapkan bahwa dia juga menerima gambar-gambar cabul di ponselnya dan telepon berisi ejekan dari dedemit maya yang telah memalsukan identitasnya di Facebook.
Wanita 23 tahun yang berprofesi sebagai advertising sales executive dari Abbeydale itu mengaku kehidupannya pun menjadi 'hancur' pasca pemalsuan identitasnya di Facebook tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Halaman Facebook 'jadi-jadian' milik Harvey memang cuma nampang selama seminggu, kemudian dihapus oleh orang yang membuatnya. Sayangnya, pihak Facebook pun tak mampu berbuat apa-apa dan tidak dapat melacak si pelaku.
"Masalah terbesar di sini adalah orang dapat dengan leluasa membuat profil palsu tanpa sepengetahuan pengguna lain dan mempublikasikannya sesuka hati. Jutaan orang menggunakan Facebook, dan pengguna rentan dengan pemalsuan ini," ujar Graham Cluley, konsultan keamanan komputer dan jaringan dari Sophos.
Mau berdiskusi seputar dunia underground? Gabung saja di detikINET Forum. (faw/amz)