Awalnya, Phoenix menggali sebuah materi dari tanah Mars. Robot canggih itu lalu mencoba mengambil gambar dan menyimpannya di komputer internal. Namun overload data membuat sang robot tak bisa melakukannya.
Dikutip detikINET dari News10, Jumat (20/6/2008), ilmuwan NASA (National Aeronautics and Space Administration) yang mengkreasi Phoenix mengatakan bahwa kerusakan ini tak sampai mengakibatkan hilangnya data penting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gangguan ini terlacak setelah Phoenix secara abnormal mengirim data sampai 45.000 kali. Dayanya pun habis dan tak berfungsi seharian. Normalnya, sang robot seharusnya menyimpan dulu data yang didapatnya di flash memory.
Ilmuwan NASA menyatakan sudah memperbaiki kerusakan itu meski penyebabnya belum diketahui pasti. Beberapa aktivitas Phoenix pun terpaksa dibatalkan untuk memulihkan sistem seperti sedia kala.
Berbagi info terkini soal dunia digital? Yuk, gabung di detikINET Forum! (fyk/faw)