New Straits Times yang dikutip detikINET dari AFP, Senin (9/6/2008) melansir, anjing yang mati tersebut bernama Manny (berwarna putih). Manny yang baru tiba di Malaysia pada Februari lalu ini ditemukan mati sekitar satu minggu yang lalu. Pihak kepolisian saat ini tengah menginvestigasi penyebab kematian anjing tersebut.
"Kami sudah mengirim mayat Manny ke Universitas Putra Malaysia," kata Roslan Mahayuddin, salah seorang pejabat di Kementerian Perdagangan Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anjing pertama yang didatangkan oleh aparat Malaysia bernama Lucky dan Flo. Kedua anjing labrador itu dipinjam dari Motion Picture Association of America (MPAA) tahun lalu. Selama lima bulan bertugas, Lucky dan Flo berhasil membantu aparat Malaysia menemukan 1,6 juta CD bajakan.
Sedangkan Paddy dan Manny merupakan donasi dari MPAA. Kabarnya, MPAA menghabiskan dana sekitar US$ 23.280 untuk membeli anjing-anjing tersebut dari Irlandia Utara. Anjing-anjing itu sudah dilatih untuk menyesuaikan diri dengan cuaca dan dilatih untuk duduk ketika mendeteksi polycarbonate dan bahan kimia lain yang dipakai dalam pembuatan CD.
Bagaimana menurut Anda tentang penggunaan dan razia software bajakan? Diskusikan di detikINET Forum.
(dwn/fyk)