Sebuah robot pun ditugaskan untuk menguak misteri di wilayah yang juga kerap disebut Kutub Selatan ini. Robot yang ditugaskan tersebut adalah robot mungil yang dikembangkan peneliti di Georgia Tech. Tugasnya, untuk melengkapi data tentang Antartika yang telah dikumpulkan sebelumnya dengan satelit dan berbagai teknologi lainnya.
Seperti dikutip detikINET dari Seattletimes, Senin (2/6/2008), robot yang diberi nama SnoMote ini didesain seperti mobil salju yang mampu bertahan di cuaca buruk dan tempat yang licin. Bentuknya pun tak terlalu besar, hanya memiliki tinggi 2 kaki atau sekitar 24 cm.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Howard juga mengembangkan sebuah program yang memungkinkan antar robot SnoMote berkomunikasi satu sama lain untuk memutuskan wilayah mana yang akan diinvestigasi serta bagaimana pembagian tugasnya.
Sejauh ini, latihan yang dilakukan berjalan efektif. Tapi tantangan berat menanti ketika robot tersebut diuji coba di gletser Alaska.
Bersama dengan peneliti dari Penn State University, Derrick Lampkin, Howard merancang sebuah kerangka seberat 60-70 pon yang dapat bertahan di cuaca buruk, termasuk sistem pemanas untuk menjaga komputer dan listrik bertahan di cuaca dingin.
Para peneliti berharap robot ini dijual seharga USD 10 ribu. Angka yang relatif murah bagi pemerintah, peneliti, dan kalangan lain yang mencari informasi tentang Kutub Selatan.
Berbagi cerita tentang serba-serbi teknologi? Langsung ke detikINET Forum!
(faw/ash)