"Di Indonesia sendiri, sudah banyak orang melek internet. Tentu ini prospek pasar yang tidak sedikit," tutur Nukman Luthfie, CEO Virtual Consulting di sejumlah situs terkemuka.
Berbicara dalam seminar 'Jogja Information and Technology Session' di Universitas Gadjah Mada, Sabtu (31/5/2008), Nukman memaparkan bahwa potensi pendapatan bisnis online utamanya dari iklan. Memang dibanding iklan untuk media konvensional seperti televisi, nominal iklan untuk media online masih kalah. Namun jumlahnya kian melonjak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bagi yang ingin membuka toko online, pasar juga kian terbuka. Menurut Lukman, pasar paling seksi untuk toko online berada di wilayah benua Eropa. Misalnya saja, mereka senang membeli hasil kerajinan Indonesia.
Modal Nekat
Berbicara pada kesempatan yang sama, Agus Supriadi selaku project leader situs wisata terkemuka Yogyes.com, memaparkan kiat-kiat membangun bisnis dotcom dengan modal cekak alias seadanya.
Bahkan katanya, ia dulu membangun Yogyes.com dengan modal awal Rp 6.000. Ia mengisahkan, di suatu hari tahun 2000-an, ia dan pacarnya kebetulan hanya punya uang sejumlah itu. Uang itu dipakainya untuk membeli bensin dan mengkopi proposal.
Proposal tersebut intinya Agus akan membangun media online sebagai sarana promosi pelaku wisata. Ia pun berkeliling dari hotel ke hotel menawarkan proposalnya.
"Untungnya meski ditolak sana sini, banyak pula yang berminat sehingga saya akhirnya punya modal untuk mengembangkan situs ini," ungkap Agus. Dari situlah, Yogyes.com berkembang sangat pesat dan saat ini sudah cukup mapan.
Kunci membangun bisnis online menurut Agus adalah keberanian sekaligus tekat dan kerja keras. Hubungan dengan klien dan konsumen pun harus profesional.
Selain itu, situs yang dibangun harus punya diferensiasi dengan situs lainnya. Adapun nama domain harus unik sehingga konsumen bakal tertarik mengunjunginya.
Punya milis atau komunitas online yang unik? Yuk, promosi di detikINET Forum.
(fyk/ash)