"Tadi sekitar pukul 12.00 WIB ada 3 polisi dari polsek nanyain benar nggak, saya jawab apa adanya," kata Fani ketika ditemui detikcom di rumahnya di RT 1 RW 8 No 68, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/5/2008).
Oleh polisi, Fani ditanyai seputar kronologi peristiwa yang menimpanya pada Minggu 11 Mei 2008, dan dampak yang ditimbulkan SMS tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya cerita ke Pak Polisi, besok sudah bisa masuk lagi. Sudah agak baikan. Kalau 2 hari kemarin sakit banget kayak dibebani 3 karung beras," tutur Fani.
Fani menjelaskan, pada Minggu pukul 10.15 WIB, ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Dia pun bergegas mengambil ponselnya untuk membaca pesan. Tiba-tiba layar LCD ponselnya menyala merah.
Dari LCD itu, dia seperti melihat efek cahaya yang berputar-putar sehingga dia termenung dan langsung jatuh terduduk. Saat itu, tangannya kaku seketika, separuh badan tidak bisa digerakkan, dan keluar keringat dingin.
Pada kondisi itu, Fani tersugesti untuk selalu melihat layar ponselnya yang menyala merah. Saat itu, kakak Fani lantas mengambil paksa ponsel yang sedang dipegangnya.
Karena takut terjadi hal-hal yang diinginkan, kakak Fani lalu mematahkan kartu ponsel itu.
Fani tidak ingat benar nomor si pengirim, yang dia ingat si pengirim menggunakan nomor berakhiran 0866.Β Menurut Anda, mengapa sampai ada fenomena ini? Sampaikan di thread khusus pada Forum!
Β (nvt/rou)