Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Meluas di Banyuwangi
Polisi Diminta Tak Tinggal Diam Soal SMS Santet
Meluas di Banyuwangi

Polisi Diminta Tak Tinggal Diam Soal SMS Santet


- detikInet

Banyuwangi - Komunitas Teknologi Informasi Banyuwangi (KOTIB) meminta polisi dan pemerintah untuk meredam isu santet dan radiasi mematikan yang beredar luas melalui SMS. Sebab warga Banyuwangi masih trauma dengan isu santet yang memakan korban cukup banyak beberapa tahun silam.

Begitu SMS beredar secara berantai di Kota Blambangan, KOTIB langsung mengirim surat elektoronik ke Unit Cyber Crime Polda Jatim dan menginstruksikan kepada seluruh anggota KOTIB dengan menurunkan timnya melalui korwil-korwilnya (koordinator wilayah) yang tersebar di seluruh kecamatan.

"Sosialisasi oleh organisasi kemasyarakatan juga perlu, termasuk peran unit cyber crime Polda Jatim juga meski segera bertindak. Jangan menunggu korban," tegas Nurhasyim, Humas dan Infokom KOTIB kepada detiksurabaya.com, Selasa (13/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nurhasyim meminta kepada warga Banyuwangi untuk tidak mempercayai maupun terpengaruh isi pesan yang menyesatkan tersebut.

KOTIB juga mengimbau Dinas Arsip dan Pengolahan Data Elektronik (PDE), Humas dan Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi segera terjun ke masyarakat menjelaskan tentang sesatnya SMS tersebut.

Isu SMS santet yang makin gencar beredar jelas sangat mengganggu ketenangan warga karena masyarakat Banyuwangi masih mempercayai mistis atau santet. Apalagi beberapa tahun silam kota ini pernah digoyang santet yang memakan korban para ulama yang dituding sebagai dukun santet.

Keterangan Foto: Salah satu pesan singkat yang beredar melalui SMS di Banyuwangi/ Erwin Krisdiyanto


Menurut Anda, mengapa sampai ada fenomena? Sampaikan di thread khusus pada Forum!
(gik/dwn)





Hide Ads