"Hal ini menunjukkan gejala yang sangat nyata, masyarakat Indonesia sangat percaya dengan hal-hal yang imajiner atau khayalan. Lalu karena banyak masalah di masyarakat, upaya ini sangat efektif untuk menimbulkan keresahan," kata pengamat intelijen AC Manullang kepada detikcom, Minggu (11/5/2008).
Pria yang juga mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) ini menjelaskan, berdasarkan data intelijen, gejala-gejala ini umumnya dimunculkan kelompok yang sudah terorganisir. Dan kelompok ini senangnya menggunakan isu yang imajiner. Maklum saja, masyarakat Indonesia sangat peka dengan hal-hal yang berbau mistik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manullang mengimbau, hendaknya masyarakat waspada. Apalagi saat ini teknologi semakin canggih. Masyarakat dinilai belum siap menghadapi proses adaptasi. "Jadi tidak perlu ditanggapi karena itu isu yang dikembangkan masyarakat," imbau penulis buku Menguak Tabu Intelijen: Teror, Motif dan Rezim ini.
Menurut Manullang, gejala-gejala mistik seperti ini tidak hanya sekali terjadi. Bahkan menjelang pemilu 2004 masyarakat digegerkan isu kolor ijo.
"Ini yang harus dilakukan intelijen, sebelum terjadi dengan menangkalnya. Ada hal-hal yang mungkin timbul sebelum pemilu tapi jangan sampai terjadi," pungkas dia.
Menurut Anda, mengapa sampai ada fenomena ini? Sampaikan di thread khusus pada Forum! (mly/amz)