"Kehadiran Bill Gates bukan untuk memperkuat posisi proprietary, tapi untuk memperkuat kerjasama antara pemerintah dan Microsoft," ujarnya ketika ditemui di Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi, Rabu (7/5/2008).
"Sekarang sudah nggak jamannya hadap-hadapan lagi antara Open Source dan proprietary. Yang lagi kita gagas sekarang ini interoperability software, agar keduanya bisa berjalan berdampingan, seperti interoperability di sektor telekomunikasi," Nuh buru-buru melengkapi pernyataannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu karena semua negara connected dengan GLF. Melalui GLF, kita bisa buka hubungan dengan negara lain termasuk vendor besar seperti Microsoft," Nuh menjelaskan.
Terkait kerjasama, menteri menegaskan tidak akan menodong vendor software terbesar itu untuk berinvestasi di Indonesia. "Tidak elok kalau kita harus minta-minta. Tapi bagaimana antara kita dan Microsoft bisa saling memahami, saling menghormati, saling percaya, dan saling menguntungkan," pungkasnya.
Bagaimana pendapat Anda tentang kedatangan Bill Gates di Indonesia? Sampaikan di thread 'Bill Gates ke Indonesia' di detikINET Forum.
(rou/rou)