Di Amerika Serikat saja berdasarkan laporan biro intelijen FBI, di tahun 2007 jumlah kerugian akibat penipuan online mencapai US$ 239,09 juta atau sekitar 2 triliun rupiah. Di tahun 2006, angka kerugian 'hanya' mencapai US$ 198,44 juta.
Namun meski angka kerugian melonjak, justru jumlah kasus penipuan online mengalami sedikit penurunan. Menurut FBI, terdapat 207.000 komplain tentang penipuan online di 2007. Di 2006, jumlahnya mencapai 207.492
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Metode utama penipuan online adalah melalui email spam dengan presentase 75 % dari keseluruhan kasus. Adapun kebanyakan korban penipuan adalah kaum lelaki di mana mereka seringkali tergiur penipuan dengan hadiah besar.
Kebanyakan pelaku penipuan juga adalah lelaki dan berasal dari beragam negara baik maju maupun miskin, dari Inggris sampai Nigeria. FBI juga memaparkan, semua orang dari segala usia berpotensi terkena penipuan online jika mereka tak waspada.
Selain uang, penipuan online juga seringkali memanfaatkan jeratan umpan lainnya misalnya asmara atau binatang peliharaan. Waspadalah!
(fyk/fyk)