Video tersebut nampang di YouTube tiga bulan lamanya karena pihak YouTube tidak juga menghapusnya. Namun bukan masalah ini yang membuat kasus tersebut kembali jadi pembicaraan.
Dikutip detikINET dari This is London, Rabu (2/4/2008), terungkap bahwa justru sang ibu yang dijadikan sebagai tersangka dalam kasus video YouTube ini. Dakwaannya, sang ibu melanggar hukum dengan melakukan kontak seksual alias pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun YouTube mengakui adanya kesalahan dari pegawainya sehingga video tersebut tak juga terhapus dari situsnya. Seharusnya memang, video semacam ini harus segera dilenyapkan karena melanggar ketentuan YouTube.
Alasan YouTube ini tak urung dianggap mengada-ada oleh beberapa pihak termasuk pejabat pemerintah. Barangkali mereka keheranan, bagaimana mungkin video tak senonoh semacam itu tak juga segera dihilangkan?
(fyk/fyk)