Setidaknya, inilah kesimpulan yang diambil dalam penelitian biro pengawas penipuan teknologi, Ultrascan. Padahal, korban penipuan email seringkali diidentikkan dengan kaum yang tidak terpelajar dan miskin.
Studi Ultrascan ini meneliti 362 kasus penipuan via email, di mana para korban menderita kerugian sampai ratusan ribu poundsterling. Adapun menurut data Ultrascan, terdapat 300.000 pihak yang aktif melancarkan email penipuan secara global di tahun 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya menurut Ultrascan, kaum profesional malah seringkali terpikat bujuk rayu email penipuan. Kuncinya adalah, para penipu memanfaatkan kemampuan yang dimiliki kaum profesional ini.
Misalnya, email tipu-tipu pada dokter mengandung pesan bahwa terdapat korban sakit yang sangat perlu ditolong. Maka sesuai naluri profesinya dan keinginan untuk berbuat baik, sebagian dokter akan menggelontorkan sejumlah uang pada para penipu.
(fyk/dbu)