Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sistem Informasi Bencana Jadi Penyatu NGO di Aceh

Sistem Informasi Bencana Jadi Penyatu NGO di Aceh


- detikInet

Jakarta - Sistem Informasi Manajemen Bencana Aceh (SIMBA) dinilai mempunyai peran penting dalam mengkoordinasikan lancarnya kinerja yang diberikan berbagai lembaga donor ataupun Non Goverment Organization (NGO).

Kuntoro Mangkusubroto, Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias mengatakan, dengan adanya SIMBA, pihaknya bisa mendapatkan masukan untuk membuat keputusan yang tepat.

"Ketika bencana itu terjadi, semua orang kan panik. Selain itu, kita juga sulit sekali me-manage berbagai NGO dengan kelakukan, ego dan membawa bendera masing-masing," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untunglah, lanjut Kuntoro, dengan aplikasi besutan IBM ini mereka dapat berkoordinasi dan menyatukan berbagai organisasi tersebut untuk melaporkan dan menyampaikan konsepnya.

Pasca bencana tsunami dan gempa bumi yang menerjang, Tanah Rencong memang diserbu berbagai organisasi untuk memberikan bantuan. Eddie Darajat, Chief Information Officer BRR mengatakan, total implementary partner yang ada di Aceh mencapai 487, sedangkan Funding Agency ada 578.

"Mereka terdiri dari NGO, lembaga sosial, pemerintah dan lainnya," ujarnya kepada detikINET, di sela-sela jumpa pers penyerahan penghargaan Presiden kepada IBM, di Gedung Landmark Jakarta, Kamis (6/3/2008).

Widita Sarjono, Global Business services Leader IBM Indonesia menyebut SIMBA sebagai aplikasi untuk membantu penanggulangan bencana di level posko. "Semua data korban, logistik hingga data statistik bisa ditampung dalam aplikasi ini," imbuhnya.

Kehadiran BRR di Aceh dijadwalkan hanya sampai April 2009, atau selama 4 tahun. Sementara anggaran yang disediakan bagi BRR selama di Aceh seluruhnya mencapai Rp 22 triliun. (ash/ash)




Hide Ads