Jika si pemakai ingin menghidupkan iPod cukup dengan mengedipkan mata selama sedetik, sedangkan untuk mematikan iPod cukup dengan berkedip lagi. Kedipan mata kanan akan mengatur iPod ke lagu berikutnya, begitu pula sebaliknya jika ingin memutar lagu sebelumnya, kedipkan mata sebelah kiri.
Seperti dilansir AFP dan dikutip detikINET, Selasa (4/3/2008), sistem ini diberi nama "Kome Kami Switch," atau "Temple Switch". Sistem ini dapat dengan mudah membedakan antara kedipan yang disengaja dengan kedipan normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran sistem ini dapat menjadi 'tangan pembantu' bagi orang-orang yang kedua tangannya sibuk atau tidak berfungsi dengan baik, misalnya untuk pengendara sepeda motor, pemanjat tebing, astronot ataupun kaum difabel. Bagi orang yang sulit mengedipkan satu mata, sistem ini bisa diprogram untuk memberikan perintah ketika mata berkedip dua kali dalam waktu yang singkat.
Hebatnya, Kome Kami Switch tak hanya bisa digunakan untuk mengoperasikan iPod tapi juga dapat untuk mengoperasikan televisi, AC, lampu serta piranti elektronik lainnya. Diharapkan nantinya sistem ini dapat digunakan untuk mengoperasikan ponsel, kursi roda dan robot. Rencananya sistem ini akan menyapa konsumen dalam waktu dua atau tiga tahun mendatang.
Saat ini Taniguchi masih terus mengembangkan varian lain dari sistem tersebut yakni sebuah sistem yang dapat beroperasi dengan menggunakan kertakan gigi.
(dwn/dwn)