London -
Lembaga berita ternama dunia, AFP (Agence France Presse), melarang wartawannya memakai situs jejaring sosial Facebook sebagai sumber berita. Tak hanya itu, mereka sebelumnya ternyata juga telah melarang pemakaian situs ensiklopedi online, Wikipedia, sebagai rujukan utama informasi dalam penulisan berita.
Kebijakan pelarangan penggunaan Facebook ini menurut perwakilan AFP di London, Pierre Lesourd, terpaksa diambil untuk menjaga kepercayaan publik pembaca. Pasalnya belum lama ini, AFP memuat berita salah tentang adanya profil putra Benazir Bhutto, Bilawal Bhutto di Facebook. Belakangan diketahui bahwa
profil tersebut ternyata palsu.
"Peraturan internal kami sebelumnya telah melarang penggunaan Wikipedia sebagai sumber berita. Dalam kebijakan baru, pelarangan ini kini juga ditujukan untuk Facebook karena insiden Bilawal," ungkap Pierre seperti dikutip
detikINET dari Journalism.co.uk, Selasa (22/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Pierre, banyak media kemudian turut melansir berita AFP tentang Bilawal yang ternyata tidak benar itu. Hal inilah yang membuat AFP merasa bertanggungjawab dan kini melarang wartawan mereka memakai Facebook sebagai sumber berita. Rupanya, insiden Bilawal itu sempat membuat mereka merasa tercoreng reputasinya sebagai referensi berita terpercaya di dunia.
(fyk/dbu)