Dalam studi yang dipublikasikan di Massachusetts Institute of Technologyβs Progress in Electromagnetics Research Symposium (PIERS), para peneliti tersebut mengemukakan bahwa gejala-gejala semacam itu menimpa 38 dari 71 partisipan yang diteliti.
"Studi ini mengindikasikan bahwa dengan paparan sinyal nirkabel 884 MHz, bagian dari aktivitas tidur yang penting untuk memulihkan kondisi tubuh jadi terganggu," demikian salah satu pernyataan dalam artikel PIERS itu, seperti dikutip detikINET dari News.com, Senin (21/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, studi ini juga memaparkan bahwa anak-anak atau remaja yang mengutak-atik ponsel pada larut malam, beresiko mengalami gangguan konsentrasi dan penurunan prestasi akademik.
Yang menarik, studi baru tersebut justru didanai oleh Mobile Manufacturers Forum (MMF) yang terdiri dari para pelaku industri ponsel raksasa seperti Nokia dan Motorola. Barangkali karena dianggap bisa merugikan, juru bicara MMF menuturkan bahwa hasil penelitian ini belum sampai pada kesimpulan apapun. Nah, lho! (fyk/fyk)