Mereka pergi ke Kanada dengan paspor palsu setelah mengetahui adanya iklan lowongan kerja di internet. Via dunia maya ini, mereka dijanjikan pekerjaan sebagai model dengan iming-iming standar kehidupan yang lebih baik daripada di negeri mereka.
Namun ketika tiba di Kanada, mereka jatuh ke sindikat kriminal yang ternyata menciptakan iklan internet palsu tersebut untuk mengelabui korban. Di bawah ancaman, wanita-wanita malang ini kemudian diiklankan di internet sebagai pelacur dan begitu ada peminat, mereka pun dipaksa melayaninya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari The Star, Kamis (17/1/2008), kasus ini terungkap setelah salah satu korban penipuan via internet ini melapor pada polisi. Polisi juga menyatakan bahwa korban-korban lainnya kemungkinan masih tersebar di kota Toronto. (fyk/dwn)