Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Terobsesi Ponsel, Anak Muda Terancam Bahaya

Terobsesi Ponsel, Anak Muda Terancam Bahaya


- detikInet

Tokyo - Anak muda Jepang masa kini makin tak bisa melepaskan diri dari ponsel. Menurut survei pemerintah Jepang, sepertiga anak Sekolah Dasar berusia 7-12 tahun sudah memakai ponsel. Di Sekolah Tinggi, presentase pemakai ponsel bahkan melonjak sampai 96 persen.

Meski keberadaan ponsel tersebut membawa banyak manfaat, para pakar mengemukakan bahwa ketergantungan anak pada ponsel mengandung resiko. Resiko ini seperti pelecehan seksual ataupun fenomena anak-anak jadi sukar bersosialisasi secara langsung, muka dengan muka.

"Anak-anak mengemukakan bahwa hal yang paling penting selain hidup mereka adalah ponsel. Mereka mengutak-atik ponsel di manapun berada. Padahal ponsel membawa bahaya," ungkap Masashi Yasukawa, kepala lembaga National Web Counseling Council seperti dikutip detikINET dari AFP, Sabtu (12/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hideki Nakagawa, Profesor Sosiologi di Nihon University di lain pihak mengatakan bahwa ponsel telah jadi semacam obsesi kaum muda Jepang. Tanpa ponsel, mereka merasa tak nyaman. Padahal jika tidak waspada, ponsel berpotensi membahayakan anak-anak Jepang ini.

Misalnya, ponsel bisa membuat anak belajar jadi pelaku pelecehan dengan mengolok-olok teman via SMS tanpa memikirkan konsekuensinya. Mereka juga bisa tanpa sengaja menunjukkan informasi diri pada orang yang berniat jahat seperti kaum paedofil. Selain itu, orang tua juga kena batunya karena pengeluaran untuk pulsa anak-anak mereka makin melonjak. (fyk/fyk)







Hide Ads