Ibu yang tidak diungkap namanya ini bisa saja dicap sadis. Betapa tidak, ia nekad terbang dari Houston ke Nigeria hanya untuk menikah dengan pria itu. Sedangkan delapan buah hatinya, yang enam di antaranya masih berusia antara 1-9 tahun diasuh oleh anak gadisnya yang berusia 15 tahun.
Untung saja kondisi mengenaskan anak-anak yang terlantar ini diketahui oleh kepolisian setempat dan Layanan Perlindungan Anak. Wakil kepala polisi yang menggeledah rumah tersebut menjumpai kondisi yang memprihatinkan. Sampah bertebaran dimana-mana, tumpukan baju dalam keadaan kotor dan hanya ada sedikit makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada makanan di rumah tersebut, dan si ibu tidak meninggalkan uang untuk anak-anaknya. Oleh karena itu si gadis 15 tahun harus mencuri untuk makanan dan popok," tutur Olguin, yang dikutip detikINET dari USAToday, Senin (7/1/2008).
Menurut penuturan salah seorang tetangga yang mengantarkan wanita 'sinting' tersebut ke bandara, si ibu delapan anak ini mengatakan bakal kembali bersama suami barunya sekitar satu hingga dua bulan lagi. Keluarga ini sebelumnya adalah korban badai Katrina. Pasca badai menyerang New Orleans, mereka dievakuasi dan akhirnya tinggal di Cypress, Texas.
(ash/ash)