Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Liverpool Singkirkan Chelsea, Fofana Jadi Bulan-bulanan Netizen

Liverpool Singkirkan Chelsea, Fofana Jadi Bulan-bulanan Netizen


Adi Fida Rahman - detikInet

Soccer Football - Carabao Cup - Fourth Round - Liverpool v Chelsea - Anfield, Liverpool, Britain - October 28, 2026 Chelseas Josh Acheampong in action with Liverpools Ryan Gravenberch and Ronald Araujo REUTERS/Ian Hodgson EDITORIAL USE ONLY. NO USE WITH UNAUTHORIZED AUDIO, VIDEO, DATA, FIXTURE LISTS, CLUB/LEAGUE LOGOS OR LIVE SERVICES. ONLINE IN-MATCH USE LIMITED TO 120 IMAGES, NO VIDEO EMULATION. NO USE IN BETTING, GAMES OR SINGLE CLUB/LEAGUE/PLAYER PUBLICATIONS. PLEASE CONTACT YOUR ACCOUNT REPRESENTATIVE FOR FURTHER DETAILS..
Liverpool Singkirkan Chelsea, Fofana Jadi Bulan-bulanan Netizen Foto: REUTERS/Ian Hodgson
Jakarta -

Wesley Fofana menjadi sorotan setelah Chelsea disingkirkan Liverpool dari Carabao Cup 2026/2027. Bek asal Prancis itu melakukan dua kesalahan yang berujung petaka bagi The Blues, mulai dari handball hingga gagal mengeksekusi penalti penentu.

Liverpool menang 6-5 lewat adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di Anfield, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB. Kegagalan Fofana menjadi momen paling menyakitkan bagi Chelsea sekaligus mengundang kritik dan sindiran dari penggemar sepak bola.

Dilansir dari detikSport, Chelsea sebenarnya sempat berada di atas angin. Morgan Rogers membawa tim tamu unggul 1-0 melalui penalti pada menit ke-40 setelah Ryan Gravenberch melanggar Moises Caicedo di kotak terlarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan tiga menit. Fofana justru melakukan handball ketika berusaha menghalau bola dari sepak pojok Kostas Tsimikas. Wasit Darren England langsung menunjuk titik putih.

Cody Gakpo yang menjadi eksekutor Liverpool sukses menjalankan tugasnya. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga waktu normal berakhir.

Drama sesungguhnya terjadi saat adu penalti. Kedua tim saling bergantian mencetak gol, tetapi beberapa pemain gagal menjalankan tugasnya.

Valentin Barco membentur tiang gawang, sementara tendangan Kostas Tsimikas melambung. Ryan Gravenberch juga gagal setelah sepakannya ditepis Mike Penders. Di kubu Chelsea, Emmanuel Emegha tidak mampu menaklukkan Giorgi Mamardashvili.

Joe Gomez kemudian membawa Liverpool unggul 6-5. Fofana maju sebagai penendang terakhir Chelsea dengan tekanan besar di pundaknya.

Alih-alih menyamakan kedudukan, tendangan Fofana justru melambung jauh di atas mistar menuju tribun The Kop. Para pemain Liverpool langsung merayakan kemenangan, sedangkan Fofana harus menerima kenyataan pahit.

Dua kesalahan Fofana menjadi sorotan karena keduanya terjadi pada momen krusial. Handball-nya membuat Liverpool menyamakan kedudukan, sementara kegagalan penalti terakhir memastikan Chelsea tersingkir.

Aksi bek berusia 25 tahun itu pun menjadi bahan pembicaraan penggemar sepak bola. Kesalahan handball yang dinilai tidak perlu serta tendangan penalti yang melambung menjadi dua momen yang paling mudah mengundang sindiran.

Berikut rangkuman kemarahan warganet akan aksi Fofana:

"Fofana secepatnya mesti dijual. dia yang ngasih penalti ke Liverpool, dan gagal pas nendang penalti. engga pantes jadi salah satu peman dengan gaji tertinggi di Chelsea," kata @ChelseaEleven.

"kok bisa modelan kekgini jadi pemain bola," kata @ndresptn.

"Gitu tuh klo kaki jarinya jempol semua.." ucap @_bintanganugrah.

"Fofana sumpah wajib dijual sih," usul @iyasammmΒ·

"Jual aja ini fofana πŸ˜’πŸ˜’ defense jelek, penalti gagal πŸ˜’," kata @katyputry.

Kemenangan ini membawa Liverpool asuhan Andoni Iraola ke perempat final Carabao Cup untuk menghadapi Bournemouth, mantan klub yang pernah dilatihnya.

Sebaliknya, Chelsea besutan Xabi Alonso harus mengakhiri perjalanan di kompetisi tersebut. Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan buruk Chelsea yang sudah lima kali kalah dari Liverpool melalui adu penalti dalam berbagai kompetisi.



(afr/afr)




Hide Ads