Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
4 Mahasiswa Bikin AI Bantu Tunanetra Belajar Matematika, Juara SFT 2026

4 Mahasiswa Bikin AI Bantu Tunanetra Belajar Matematika, Juara SFT 2026


Adi Fida Rahman - detikInet

NovaSight karya tim I-SEUNG juara pertama Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 kategori D3/D4/S1.
4 Mahasiswa Bikin AI Bantu Tunanetra Belajar Matematika, Juara SFT 2026 Foto: Adi FR/detikINET
Daftar Isi
Jakarta -

Empat mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (Unikom) menciptakan NovaSight, aplikasi kecerdasan buatan (AI) yang membantu siswa tunanetra belajar matematika secara mandiri. Inovasi ini mengantarkan mereka meraih juara pertama Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 kategori D3/D4/S1.

NovaSight dikembangkan tim I-SEUNG yang beranggotakan Ratuayu Nurfajar, Regia Qolbu Rivita Atmowidjaja, Mohamad Zaki Zakiran, dan Damar Fikri Haikal, dengan pendampingan dosen Dian Dharmayanti. Mereka diumumkan sebagai pemenang di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Ide NovaSight lahir setelah tim melakukan riset dan wawancara dengan siswa serta guru di SLB Negeri A Citeureup, Cimahi, Jawa Barat. Mereka menemukan bahwa siswa tunanetra menghadapi kesulitan memahami grafik, diagram, hingga mencatat langkah perhitungan matematika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Kami melakukan riset dulu, baik literatur maupun internet, untuk membuat hipotesis. Kemudian untuk membuktikan hipotesis tersebut, kami turun ke lapangan," ungkap Ratuayu saat berbincang usai acara pengumuman pemenang Samsung Solve for Tomorrow 2026.

Menurut data Kemendikdasmen yang dipaparkan tim, terdapat 4.229 siswa tunanetra yang bersekolah di SLB di Indonesia. Periode data tersebut tidak dirinci dalam presentasi.

NovaSight Punya 5 Fitur AI

Untuk membantu siswa tunanetra belajar matematika, NovaSight dibekali lima fitur utama yang memiliki fungsi berbeda.

Annoter mengubah materi matematika, termasuk grafik dan diagram, menjadi penjelasan teks yang dapat dibacakan oleh screen reader. Sementara Scriber memungkinkan siswa mencatat langkah penyelesaian soal menggunakan keyboard khusus yang ramah tunanetra.

Fitur Clarifier berfungsi sebagai asisten AI untuk menjawab pertanyaan siswa berdasarkan materi pembelajaran. Adapun Quizzer membantu guru membuat soal beserta kunci jawaban, sedangkan Evaluaizer menganalisis jawaban dan langkah perhitungan untuk menemukan kesalahan siswa.

NovaSight karya tim I-SEUNG juara pertama Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 kategori D3/D4/S1.NovaSight karya tim I-SEUNG juara pertama Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 kategori D3/D4/S1. Foto: Adi FR/detikINET

Aplikasi ini dikembangkan menggunakan Flutter, Azure OpenAI, dan dukungan pembaca layar TalkBack.

Namun, proses pengembangannya tidak selalu mulus. Tim sempat harus merombak desain keyboard setelah mengetahui rancangan awal mereka ternyata kurang nyaman digunakan siswa tunanetra.

"Awalnya kita buat desain sendiri, kayaknya ini bakal enak buat mereka. Tapi ternyata waktu kita ke lapangan lagi, mereka tidak terbiasa," cerita Regia.

Masukan tersebut membuat mereka menyempurnakan rancangan dengan mengacu pada pedoman aksesibilitas digital WCAG.

Siswa Tunanetra Berhasil Kerjakan 4 dari 5 Soal

Setelah sekitar empat bulan pengembangan, NovaSight menjalani pengujian awal bersama siswa tunanetra untuk melihat bagaimana aplikasi tersebut digunakan dalam proses pembelajaran matematika.

NovaSight karya tim I-SEUNG juara pertama Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 kategori D3/D4/S1.Hasil pilot testing NovaSight karya tim I-SEUNG juara pertama Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 kategori D3/D4/S1. Foto: Adi FR/detikINET

Hasilnya cukup menjanjikan. Dalam pilot testing yang dipaparkan tim I-SEUNG, seorang siswa tunanetra berhasil menjawab benar empat dari lima soal matematika dalam waktu 15 menit tanpa pendampingan guru.

Pengujian tersebut memanfaatkan fitur Annoter, Quizzer, dan Scriber untuk membantu siswa memahami materi, mengerjakan soal, serta mencatat langkah-langkah penyelesaiannya.

Salah satu siswa yang merasakan manfaat NovaSight adalah Irman, pelajar tunanetra kelas XI di SLB Negeri A Citeureup, Cimahi.

"Alhamdulillah, dengan adanya NovaSight saya terbantu dalam memahami materi matematika, terutama saat bertemu grafik dan diagram. Saya juga bisa mengerjakan soal dan mencatat langkah-langkah penyelesaian secara mandiri tanpa harus selalu didampingi guru," ujar Irman dalam testimoni yang ditampilkan saat presentasi.

NovaSight karya tim I-SEUNG juara pertama Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 kategori D3/D4/S1.Hasil pemetaan NovaSight saat dikembangkan tim I-SEUNG Foto: Adi FR/detikINET

Tanggapan positif juga datang dari Bayu, guru matematika yang turut mencoba aplikasi tersebut.

"Fitur-fiturnya jelas dan mudah dipahami, sehingga memudahkan guru dan siswa juga dalam menggunakannya. Aplikasi seperti ini juga masih jarang saya temui, terutama yang dirancang khusus untuk membantu pembelajaran matematika bagi siswa tunanetra," ungkapnya.

Meski hasil awal menunjukkan potensi yang menjanjikan, pengujian NovaSight masih terbatas. Keberhasilan seorang siswa menjawab empat dari lima soal belum dapat dijadikan ukuran efektivitas aplikasi bagi seluruh siswa tunanetra.

Tim masih perlu melakukan pengembangan dan pengujian lebih luas untuk memastikan kemampuan, kenyamanan, serta konsistensi aplikasi dalam mendukung pembelajaran matematika.

Hampir Telat Daftar, Malah Jadi Juara

Di balik kemenangan ini, tim I-SEUNG ternyata nyaris melewatkan kesempatan mengikuti Samsung Solve for Tomorrow 2026.

Keempat mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Code Lens Unikom itu mengetahui kompetisi melalui Instagram, tetapi sempat menunda pendaftaran. Beruntung, masa registrasi diperpanjang.

"Kami sebenarnya tim yang hampir telat karena menunda untuk mendaftar. Ternyata diperpanjang. Dan SFT ini membawa kami sampai ke titik ini. Kami enggak nyangka juga, alhamdulillah dapat juara satu," ungkap Regia.

Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026tIim I-SEUNG jawara Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 Foto: Adi FR/detikINET

Kini, setelah menjadi juara, I-SEUNG berencana terus mengembangkan NovaSight agar bisa digunakan lebih luas, dimulai dari Jawa Barat.

Saat ini, NovaSight masih dalam tahap beta dan belum tersedia untuk diunduh masyarakat umum. Tim juga berharap mendapatkan dukungan investor untuk membiayai pengembangan dan operasional AI.

Bagi keempat mahasiswa Unikom tersebut, kemenangan di Samsung Solve for Tomorrow 2026 bukan sekadar prestasi dalam kompetisi teknologi.

Melalui NovaSight, mereka ingin membuktikan bahwa kecerdasan buatan dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, termasuk membuka kesempatan belajar matematika yang lebih mandiri dan inklusif bagi siswa tunanetra.



(afr/afr)






Hide Ads