Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Manusia Rp 761 Triliun Masih Ngontrak Rumah dan Hidup Sederhana

Manusia Rp 761 Triliun Masih Ngontrak Rumah dan Hidup Sederhana


Fino Yurio Kristo - detikInet

SHANGHAI, CHINA - AUGUST 30: Liang Wenfeng, founder of startup DeepSeek, delivers the keynote speech during the 10th China Private Equity Golden Bull Awards on August 30, 2019 in Shanghai, China. (Photo by VCG/VCG via Getty Images)
Liang Wenfeng, pendiri DeepSeek. Foto: VCG/VCG via Getty Images
Beijing -

Pendiri startup AI DeepSeek, Liang Wenfeng, untuk pertama kali masuk daftar orang terkaya di China. Menurut Hurun China Rich List 2026 yang dirilis 27 Oktober, pengusaha berusia 41 tahun tersebut diperkirakan kekayaannya sebesar 280 miliar yuan (sekitar Rp 761 triliun) dan menempati peringkat ketujuh.

Menariknya, meski memiliki harta berlimpah, Liang Wenfeng tetap menjalani kehidupan yang terbilang tertutup dan privat.

Di Beijing, sang miliarder bahkan masih menyewa rumah untuk tempat tinggalnya. Seorang sumber terdekat mengungkap kediamannya hanya diisi dengan perabotan sederhana, tanpa mengutamakan dekorasi atau membeli perabotan mahal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip detikINET dari Vietnam.vn, Liang Wenfeng juga jarang melayani wawancara. Dalam beberapa tahun terakhir, ia nyaris tak pernah tampil di depan publik.

Ia menghabiskan sebagian besar waktu untuk mengembangkan DeepSeek dan meneliti kecerdasan buatan umum (Artificial General Intelligence/AGI). Arah penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem AI yang mampu belajar dan melakukan berbagai tugas layaknya manusia.

ADVERTISEMENT

Baru-baru ini, CEO DeepSeek tersebut menunjukkan ketertarikannya pada embodied AI, teknologi yang membantu robot berinteraksi langsung dengan lingkungan dunia nyata. Sang miliarder bertemu dengan sejumlah pengusaha untuk menjajaki peluang investasi.

DeepSeek juga mempertimbangkan untuk membentuk tim risetnya sendiri atau berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang tersebut. Sumber lain mengungkapkan bahwa ia sebelumnya sempat mengakui bahwa DeepSeek masih tertinggal dari GPT-6 dalam beberapa kemampuan intinya.

Selain dari aktivitas risetnya, perkembangan pesat DeepSeek juga telah mendongkrak kekayaan Liang Wenfeng secara signifikan.

Presiden Hurun Research, Rupert Hoogewerf, menjelaskan pihaknya tidak memasukkan pengusaha ini dalam peringkat tahun lalu karena DeepSeek belum menargetkan komersialisasi saat itu. Tahun ini, perusahaan tersebut mencapai valuasi lebih dari USD 50 miliar.

Daftar orang terkaya tahun ini juga diisi 262 wajah baru, mayoritas berkecimpung di bidang AI, semikonduktor, dan robotika. Posisi puncak masih diduduki pendiri ByteDance, Zhang Yiming, dengan perkiraan kekayaan USD 100,5 miliar.

Liang Wenfeng lahir dan besar Desa Mililing di daerah Zhajiang, Provinsi Guandong. Setelah terkenal berkat DeepSeek, desa itu sering dikunjungi para turis yang ingin melihat tanah kelahirannya.

Mililing adalah desa kecil dengan penduduk sekitar 700 orang. Anak-anak mudanya banyak yang bekerja di pabrik sepatu dan orang tua bertani.

Menurut warga, beberapa kelompok turis kerap mendatangi desa itu. Bahkan saat musim liburan, sekitar 10 ribu turis bisa berkunjung setiap harinya.

Liang Wenfeng menyelesaikan pendidikan dasar di desa ini sebelum mendaftar di SMP Wuchuan, sekolah ternama di wilayah tersebut. Di 2002, ia memperoleh nilai tinggi dalam ujian masuk universitas negeri, gaokao, yang membuatnya lolos kuliah di Universitas Zhejiang.



(fyk/fyk)
TAGS




Hide Ads