Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pengiriman Smartphone Global Anjlok 20%, Samsung Masih Raja

Pengiriman Smartphone Global Anjlok 20%, Samsung Masih Raja


Adi Fida Rahman - detikInet

Young group of people standing in circle using mobile phones outside. Unrecognizable teen friends watching social media content on smartphone app. Technology lifestyle concept.
Pengiriman Smartphone Global Anjlok 20%, Samsung Masih Raja Foto: Getty Images/Xavier Lorenzo
Jakarta -

Pengiriman smartphone global anjlok 20% secara tahunan menjadi 254,7 juta unit pada kuartal III 2026. Samsung tetap memimpin pasar dengan pengiriman 57,8 juta unit, meski turun 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam laporan yang dirilis Kamis (29/10/2026), Omdia menyebut kenaikan harga smartphone membebani permintaan, terutama di pasar berkembang. Distributor dan peritel juga berhati-hati menambah stok karena harga perangkat yang semakin mahal meningkatkan kebutuhan modal.

"Pasar berkembang, yang sebelumnya menjadi tulang punggung pertumbuhan volume smartphone global, kini menghadapi tekanan terbesar akibat kenaikan harga," ujar Sanyam Chaurasia, Principal Analyst Omdia, dalam laporan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT
Pasar HP Q3 2026 versi OmdiaPasar HP Q3 2026 versi Omdia Foto: Omdia

Samsung Masih Raja, Apple?

Samsung masih memimpin pasar dengan pengiriman 57,8 juta unit, turun 5% dibandingkan kuartal III 2025. Apple menyusul dengan 56,5 juta unit, tidak berubah secara tahunan.

Xiaomi berada di posisi ketiga dengan 30,7 juta unit, turun 29%. OPPO, termasuk Realme dan OnePlus, mencatat pengiriman 23,4 juta unit atau turun 39%. Sementara itu, Vivo mengirimkan 19,3 juta unit, turun 33%.

Pasar HP Q3 2026 versi OmdiaPasar HP Q3 2026 versi Omdia Foto: Omdia

Harga HP Naik, Konsumen Tunda Ganti Perangkat

Tekanan biaya komponen membuat vendor menyesuaikan harga dan konfigurasi perangkat. Menurut Omdia, sebagian konsumen menunda penggantian HP atau beralih ke perangkat rekondisi.

Pelemahan nilai tukar, inflasi, dan kenaikan biaya hidup turut menekan daya beli. Afrika mengalami penurunan pengiriman terdalam, mencapai 39%. Sebaliknya, Amerika Utara relatif lebih tangguh, ditopang pembiayaan operator serta program tukar tambah dan peningkatan perangkat.

Omdia memperkirakan pengiriman smartphone sepanjang 2026 turun 12%. Angka tersebut merupakan proyeksi lembaga riset, bukan hasil akhir tahun.

Pasar HP Q3 2026 versi OmdiaPasar HP Q3 2026 versi Omdia Foto: Omdia

Tekanan diperkirakan berlanjut pada 2027, meski penurunannya lebih lambat. Keterbatasan pasokan memori berpotensi mempertahankan tingginya biaya perangkat.

Perlu dicatat, pengiriman ke kanal distribusi berbeda dari pembelian oleh konsumen. Penurunan global ini juga belum dapat langsung dianggap mencerminkan kondisi Indonesia tanpa data pasar lokal.





(afr/afr)




Hide Ads