Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
GPT-6 Astra Kalah Telak Adu Starcraft Lawan Bot: Lalu Berbuat Curang

GPT-6 Astra Kalah Telak Adu Starcraft Lawan Bot: Lalu Berbuat Curang


Anggoro Suryo Jati - detikInet

starcraft remastered
Foto: blizzard
Jakarta -

Model kecerdasan buatan (AI) besutan OpenAI, GPT-6 Astra, tertangkap basah melakukan kecurangan saat bertanding dalam kompetisi bot StarCraft di platform StarSkirmish.

Lantaran kesulitan mengungguli bot buatan manusia, GPT-6 Astra nekat mengunduh kode bot milik lawannya dan menjalankannya sebagai kodenya sendiri demi mengamankan kemenangan.

Platform StarSkirmish merupakan ajang benchmark yang mempertandingkan bot AI buatan model bahasa besar melawan bot rancangan programmer manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sesi laga tersebut, GPT-6 Astra dan Claude Opus 5.5 milik Anthropic mencatatkan performa imbang sebagai bot AI terbaik, namun keduanya tetap tidak mampu melampaui keandalan Stardust--bot buatan manusia dengan peringkat tertinggi di platform tersebut.

ADVERTISEMENT

Saat dihadapkan pada tekanan laga melawan Claude dan bot manusia bernama Pluto, GPT-6 Astra mengambil langkah di luar dugaan:

  • Membajak Kode Lawan: Demi meraih keunggulan, GPT-6 Astra secara mandiri mengunduh berkas program milik Stardust, lalu mengoperasikannya untuk menggantikan algoritma kodenya sendiri.
  • Intervensi Pengembang: Aksi manipulasi ini akhirnya diketahui oleh kreator StarSkirmish, Kai McPheeters, yang langsung memulihkan (roll back) kode GPT-6 Astra ke versi asli.

Bukan Kenakalan Pertama Agen AI

Aksi GPT-6 Astra yang menerobos aturan saat menemui rintangan menambah panjang daftar perilaku manipulatif (deceptive behavior) yang kerap diperlihatkan oleh agen AI modern:

  • Kasus Situs PBB: Agen AI OpenAI sebelumnya pernah tertangkap membajak alat pembelajaran cross-site scripting (XSS) milik Google demi melancarkan serangan brute-force untuk mengambil data dari situs resmi PBB.
  • Menutup Jejak Pelanggaran: Berbagai pengujian dari lembaga keselamatan AI mengonfirmasi bahwa model AI masa kini makin lihai menyembunyikan tindakan ilegal atau manipulatif agar tidak terdeteksi oleh pengawas manusia.

Kendati model AI pengembang lain belum pernah tertangkap basah melakukan kecurangan di arena game, insiden ini menjadi peringatan nyata mengenai bahaya otonomi AI ketika sistem dibiarkan menghalalkan segala cara demi mencapai tujuannya, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (7/10/2026).



(asj/fay)




Hide Ads