Zeina Al Hajj, perwakilan Greenpeace mengatakan, para produsen konsol saat ini masih jauh tertinggal dari produsen ponsel dan PC yang telah mulai mengurangi kandungan zat berbahaya di produk mereka dalam beberapa tahun terakhir.
"Padahal game konsol mempunyai kandungan komponen yang hampir sama dengan PC, sehingga si produsen seharusnya bisa berbuat lebih banyak," ujar Al Hajj, yang dikutip detikNET dari Vnunet, Senin (17/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di permainan game, para pemainnya berlomba-lomba untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran. Padahal di dunia nyata, konsol kesayangan mereka justru mengandung zat yang bisa menyebabkan kehancuran yang sebenarnya," tulis Greenpeace dalam situsnya.
Kerusakan lingkungan tersebut, lanjut Greenpeace, berasal dari bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam material konsol yang sangat berbahaya dan kerap menjadi gundukan sampah elektronik. Ironisnya, anak-anak seringkali dilibatkan di tempat daur ulang sampah elektronik tanpa dilengkapi peralatan yang memadai, seperti yang terjadi di Cina dan India.
"Sebenarnya, para gamer juga tidak ingin orang-orang di negara lain menderita akibat dari kesenangan mereka," tandas Al Hajj.Β (ash/ash)