Kemudian, pada 2007 anggaran yang terealisasi disebutkan sebanyak Rp 5,3 miliar (Rp 5.325.775.816) dari total pagu Rp 5,5 miliar. "Sedangkan pagu anggaran yang diprogramkan untuk tahun depan 2008 adalah Rp 10 miliar, namun tentu saja realisasinya belum dilaksanakan," sebut siaran pers itu.
Saat hendak dikonfirmasi mengenai rincian penggunaan anggarannya, pihak Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) menolak untuk berkomentar. Keterangan lebih lanjut didapatkan dari pihak Indo.com selaku pelaksana teknis My-Indonesia.info.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan pengembangan My-Indonesia.info terbaru dilakukan pada 2007. Menurut Depbudpar, anggaran pada 2007 meliputi electronic marketing dengan komposisi 40 persen untuk pemasangan iklan di media internet dunia, 20 persen untuk memfasilitasi hotel-hotel kecil, dan 40 persen untuk infrastruktur dan pengembangan fitur.
Eka mengatakan, program promosi situs tersebut mulai dilakukan pada Agustus 2007. Pemasangan iklan di media seperti Google dan Yahoo, ujarnya, memang menghabiskan pos dana yang cukup besar.
Untuk program pemberdayaan hotel-hotel kecil, menurut Eka dilakukan juga workshop di Yogyakarta, Lombok, dan Manado. "Kami cerita benefit internet untuk hotel-hotel kecil dan bagaimana supaya mereka bisa di-booking via internet. Ada sekitar 110 hotel yang sudah mengikuti dan bisa di-booking lewat situs itu," ujar Eka.
Infrastruktur situs, Eka memaparkan, terdiri atas empat dedicated server masing-masing di Amerika Serikat, Australia, Singapura, dan Inggris. Selain itu terdapat juga infrastruktur yang digunakan di internal Depbudpar.
"Itu untuk staging server mereka, dan juga untuk pengembangan konten dan segala macam yang dilakukan Budpar," Eka menjelaskan.
Baik pihak Indo.com maupun Depbudpar belum menjelaskan mengenai rancangan anggaran Rp 10 miliar yang bakal digelontorkan untuk My-Indonesia.info pada 2008.
(wsh/ash)