Lonjakan saham AI di Korea Selatan mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat di negara tersebut, mulai dari urusan asmara hingga dunia akademis.
Di kancah percintaan Korea, profesional seperti dokter, pengacara, dan hakim secara tradisional jadi incaran utama. Namun kini preferensi mulai bergeser, seiring booming AI menjadikan pekerja di sektor chip yang bergelimang bonus sebagai primadona baru di bursa pencarian jodoh.
"Baru-baru ini, kami melihat adanya peningkatan ketertarikan terhadap mereka yang bekerja di perusahaan semikonduktor seperti SK Hynix dan Samsung Electronics, serta berbagai profesi yang berkaitan dengan AI," ujar juru bicara biro jodoh Korea, Gayeon.
Samsung dan SK Hynix bergabung ke dalam 'klub triliun dolar' awal tahun ini. Harga saham keduanya masing-masing melonjak 95% dan 135% sepanjang tahun ini.
Bonus fantastis memberikan keunggulan bagi para karyawan perusahaan-perusahaan raksasa chip tersebut. Tahun lalu, SK Hynix membagi 10% laba operasionalnya, yang mencapai sekitar 700 juta won per karyawan atau sedikit di atas USD 500 ribu. Angka tersebut lebih dari 15 kali lipat rata-rata gaji tahunan pekerja Korea tahun lalu.
Sementara berdasarkan kesepakatan upah di Samsung, karyawan divisi chip memori menerima bayaran yang sedikit lebih kecil dibandingkan rekan-rekan mereka di SK Hynix.
Popularitas mendadak karyawan perusahaan raksasa chip ini muncul di tengah tren di mana para lajang di Korea semakin melihat pernikahan sebagai keuntungan finansial.
Ada gagasan bahwa menggabungkan dua sumber penghasilan adalah cara tercepat mengumpulkan uang muka rumah atau membangun portofolio investasi signifikan. Namun para pekerja di sektor chip yang sedang mencari pasangan kini makin selektif. Kondisi finansial sang calon tidak selalu menjadi prioritas.
"Klien-klien kami yang bekerja di bidang terkait semikonduktor kini juga menunjukkan kecenderungan mempertimbangkan faktor yang lebih luas dari seorang calon pasangan, tidak melulu pekerjaan atau keuangan," ujar juru bicara Gayeon.
Simak Video "Video Pesan Wapres Gibran untuk Generasi Muda: Gunakan AI untuk Belajar"
(fyk/afr)