×
Ad

AI Tak Bisa Ganti Peran Manusia Membuat Berita

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Sabtu, 05 Sep 2026 14:45 WIB
Di era AI, peran media massa justru makin penting untuk memvalidasi informasi sebagai fakta karena AI hanya bisa menghimpun informasi (Foto: Fitraya Ramadhanny/detikINET)
Jakarta -

Kecerdasan buatan (AI) sudah bisa melakukan apa saja. Tapi AI ternyata dinilai tidak bisa menggantikan berita, hanya sebatas memberi informasi.

Hal ini menjadi pembahasan dalam diskusi ReHumanizing Journalism: What Makes Media Matter in the Age of AI? di acara Ideafest 2026, di Jakarta, Sabtu (5/9/2026) dengan pembicara dari perwakilan media massa nasional.

Direktur Produk detikcom Sena Achari mengatakan AI semestinya diposisikan sebagai alat bantu manusia. Media massa tetap yang mengendalikan kompas moral dan dampak bisnis. Meskipun AI bisa memberikan informasi dan menjawab prompt dari manusia, AI memiliki kelemahan dalam verifikasi fakta. AI hanya bisa menghimpun informasi atas peristiwa yang telah selesai terjadi.

"Pernah ada kejadian KRL tersambar petir, mesin AI melabeli kejadian itu sebagai hoax. Itulah pentingnya media untuk memastikan kebenaran berita. karena saat peristiwa sedang terjadi, AI tidak bisa merumuskan itu hoax atau bukan hoax. Di sinilah editorial redaksi sangat berperan tinggi menjaga validitas kebenaran," kata Sena.

Direktur Produk detikcom Sena Achari (tengah). Foto: Fitraya Ramadhanny/detikINET

Dalam kesempatan yang sama Pemred IDN Times Uni Lubis mengatakan inti dari jurnalisme adalah mempromosikan kemanusiaan dan peran ini tidak tergantikan AI. Di era AI, justru tugas jurnalis makin penting untuk memastikan masyarakat mendapat informasi yang terverifikasi dari hasil liputan di lapangan.

"Pembaca muda suka behind the scene dan jurnalis punya akses, jadi balik ke storytelling yang kuat. Kemudian explainer, menjelaskan sesuatu dan fact checking. Karya jurnalistik terverifikasi dan menjadi rujukan cek fakta," kata Uni Lubis.

Waredpel Kompas Daily Antonius Tomy Trinugroho mengingatkan bahwa informasi tidak sama dengan jurnalisme. Orang-orang bisa dengan mudah mendapatkan informasi dibantu AI, namun jurnalisme memberi konteks dan makna terhadap informasi dalam kerangka demokrasi dan itu tidak bisa dilakukan AI.

"Membuat informasi menjadi menarik dan relevan. Memberi update, mengedukasi, memberi perspektif dan media juga memiliki organisasi," kata Tomy.

Sedangkan, Pemred Kapanlagicom Mahardi Eka mengatakan AI belum bisa memetakan keberagaman topik cerita yang melingkupi tokoh yang diberitakan. AI juga belum bisa menghadirkan pengalaman inderawi dari wartawan yang turun ke lapangan atau mengangkat tema yang luput dari sorotan publik.

"Proses mencari berita belum bisa diganti AI. Storytelling membuat media bisa bertahan," jelasnya.



Simak Video "Video AI Bikin Konsumsi Air Dunia Melejit: Dampaknya Bisa Kekeringan!"

(fay/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork