Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Misteri ChatGPT dkk Down Bersamaan, Sabotase Negara?

Misteri ChatGPT dkk Down Bersamaan, Sabotase Negara?


Tim - detikInet

London, UK - 05 03 2025: Apple iPhone screen with Artificial Intelligence icons internet AI app application ChatGPT, DeepSeek, Gemini, Copilot, Grok, Claude, etc.
Foto: Getty Images/alexsl
Jakarta -

Berbagai layanan AI tumbang beberapa jam yang lalu. Laporan gangguan ChatGPT di Down Detector sempat melonjak dari 5.000 menjadi lebih dari 22.000 hanya dalam waktu 10 menit. Claude, Grok, dan tool pemrograman Cursor sudah lebih dulu bermasalah. Sekarang, layanan tersebut tampaknya sudah kembali normal.

Tiga lab AI itu tumbang dalam waktu sekitar 90 menit. Anehnya, tidak ada penyedia layanan cloud yang melaporkan adanya kendala. Sampai sekarang, penyebabnya masih misterius.

Pendiri perusahaan kripto Cardano, Charles Hoskinson, punya teori. Dia berpendapat insiden ini terlihat seperti serangan dari suatu negara (aktor tingkat negara). Ia menyebut Gemini satu-satunya pengecualian karena menggunakan chip TPU (Tensor Processing Unit) buatan Google sendiri, bukan Nvidia. Gemini memang dilaporkan paling terdampak minimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

OpenAI mengonfirmasi gangguan layannnya, dengan mencatat adanya peningkatan tingkat error pada ChatGPT dan Codex, asisten pemrogramannya.

Adapun Anthropic juga telah mengakui adanya gangguan pada Claude, termasuk pada model Mythos 5.1, Fable 5.1, dan Opus 5 miliknya, dan menyatakan bahwa mereka sedang berupaya untuk memperbaikinya.

ADVERTISEMENT

Teori Serangan Negara

Charles yang juga merupakan salah satu pendiri Ethereum, mengatakan insiden ini terlihat seperti sebuah negara menyerang ketiga model AI tersebut sekaligus, menyoroti ketergantungan ketiga AI itu pada hardware Nvidia. Artinya dia menduga ada kerentanan di chip Nvidia.

"Tampaknya sebuah negara telah melumpuhkan Claude, ChatGPT, dan Grok," tulis Hoskinson.

Dengan kata lain, ia yakin bahwa sebuah pemerintahan, bukan sekadar hacker atau gangguan teknis, dengan sengaja telah membuat ketiga chatbot tersebut offline.

Namun memang di dunia teknologi, menggunakan pemasok chip yang sama tidak berarti mereka berbagi kerusakan yang sama. Hardware Nvidia yang berada di gedung yang berbeda tidak akan rusak secara bersamaan.

Dampak kerusakannya pun tak merata. Keluhan terhadap Claude dan Grok masing-masing mencapai puncaknya di sekitar 1.500 laporan, sementara ChatGPT menembus 35.000 laporan. Hingga kini, tidak ada dari perusahaan AI tersebut yang melaporkan adanya serangan siber.

Penggunaan Komputasi Bersama

Perhatian tertuju pada sebuah data caenter di Memphis. SpaceX bergabung dengan xAI pada bulan Februari, kemudian menyewakan seluruh kapasitas komputasi Colossus 1-yang awalnya dibangun untuk Grok, kepada Anthropic.

Anthropic menyedot lebih dari 300 megawatt listrik melalui 220.000 chip Nvidia di fasilitas tersebut, hampir setengah dari chip xAI yang berjumlah sekitar 500.000 GPU.

Faktanya, dua dari AI yang menjadi korban masalah berada di rak server yang sama. Namun kedua perusahaan belum mengaitkan hal itu dengan gangguan yang terjadi.

"Grok, Claude, dan ChatGPT semuanya menggunakan porsi yang signifikan dari Colossus 1 di Memphis. Kemungkinan besar itulah sumbernya. Pertanyaannya sekarang, apakah ini kecelakaan atau sabotase," demikian teori seorang netizen.

Sebagai catatan, gangguan di Cloudflare pernah melumpuhkan platform-platform kripto November lalu, disusul dua kegagalan server AWS yang membuat berbagai layanan offline. Anthropic juga pernah tumbang sendirian dalam insiden serupa bulan Maret.

Pemusatan infrastruktur memang terasa murah dan efisien, sampai semuanya mati secara bersamaan.



(fyk/fyk)




Hide Ads