Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Rumah Viral Nepal Berusia 40 Tahun, Pemilik Ungkap Rahasia Kekuatannya

Rumah Viral Nepal Berusia 40 Tahun, Pemilik Ungkap Rahasia Kekuatannya


Fino Yurio Kristo - detikInet

Rumah nepal
Foto: X.com
Jakarta -

Di tengah kepungan air bah raksasa yang menyapu sekelilingnya, rumah hijau milik pria bernama Prakash tetap berdiri kokoh di wilayah Nuwakot, Nepal. Rumah itu rupanya sudah berusia 40 tahun, tapi dibangun dengan kuat.

Foto dan video rumah tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Berbagai rekaman memperlihatkan betapa hancurnya daerah sekitar akibat arus deras, sementara struktur rumah itu tetap berdiri.

Prakash menuturkan ketika permukaan air mulai naik, keluarganya naik ke lantai atas rumah dan sempat terjebak di bagian paling tinggi sekitar 1 hingga 1,5 jam. "Saya merasa mungkin hidup kami akan segera berakhir," ungkap Prakash.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keluarga itu mula-mula naik ke lantai empat sebagai tingkat tertinggi tapi tak lama kemudian, banjir mencapai titik tersebut. "Air sudah mencapai lantai empat. Setelah itu kami naik lagi, menuju bagian tertinggi bangunan," terang Prakash.

Mereka akhirnya selamat karena rumahnya mampu menahan air bah. Menurut sang istri Laxmi Pandey, keluarganya baru mengetahui akan datangnya banjir hanya lima menit sebelum air menerjang. Ia dan sang suami berada di toko dan bergegas pulang untuk menyelamatkan ibu mertua dan anak perempuannya.

ADVERTISEMENT

Sang ibu mertua menolak meninggalkan rumah. Sebelum Laxmi sempat berkata apa-apa, banjir telanjur datang. Saat itu, ayah mertuanya dan seorang tetangga juga baru saja tiba di rumah tersebut. Mereka pun bertahan di sana. Laxmi menceritakan bahwa rumahnya juga bertahan dari bencana gempa Nepal tahun 2015.

Fondasi Kuat

Netizen di media sosial ramai mempertanyakan bagaimana rumah hijau itu bisa bertahan. Menurut Prakash, hal ini sebagian besar karena rumah tersebut dibangun dengan kokoh beberapa dekade silam.

"Ini rumah tua yang dibangun sekitar 40 tahun lalu. Kualitas semen dan material bangunannya jauh lebih baik masa itu," jelasnya.

Prakash juga menyebut bahwa karena lokasinya berada dekat sungai, perhatian khusus diberikan pada fondasinya. "Kami menghabiskan cukup banyak biaya membuat rumah ini kokoh karena letaknya yang dekat dengan sungai," tambahnya.

Dikutip detikINET dari Bhaskar, para pakar menyebut rumah tersebut berhasil bertahan dari banjir dahsyat bukan karena satu alasan tunggal, melainkan gabungan dari beberapa faktor:

Struktur kuat: Rumah tersebut memiliki pilar beton bertulang dan balok yang diperkuat batang baja, membuatnya lebih tahan terhadap hantaman air dan puing-puing.

Pilar dan balok saling terhubung: Strukturnya berfungsi sebagai kerangka solid, mendistribusikan dorongan arus banjir sehingga tak hanya membebani satu sisi dinding.

Fondasi kokoh: Fondasi dalam dan tangguh membantu menjaga rumah tegak pada posisinya di tengah derasnya air.

Lokasi: Rumah tidak berada persis di jalur arus sungai paling deras, sehingga sebagian besar air dan material puing mengalir melewatinya.

Perlindungan tumpukan material: Lumpur dan puing yang menumpuk pada fase awal banjir justru bertindak layaknya benteng, mengurangi dampak hantaman langsung dari aliran air yang menyusul kemudian.

Ketahanan terhadap dorongan material: Struktur bertulang dan fondasinya membantu rumah ini menahan tekanan dari samping yang disebabkan air dan puing.



(fyk/rns)




Hide Ads
LIVE