Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tim Cook Pergi, Fans Apple Titip Pesan ke CEO Baru: Jangan Takut!

Tim Cook Pergi, Fans Apple Titip Pesan ke CEO Baru: Jangan Takut!


Adi Fida Rahman - detikInet

Apple umumkan pergantian CEO. Tim Cook jadi Executive Chairman, sementara John Ternus ditunjuk sebagai CEO baru mulai 1 September 2026.
Tim Cook Pergi, Apple Fan Titip Pesan ke CEO Baru: Jangan Takut! Foto: Apple
Jakarta -

Berakhir sudah era Tim Cook memimpin Apple. Setelah bertahun-tahun berada di pucuk pimpinan raksasa teknologi asal Cupertino tersebut, Cook melepas jabatan CEO dan tongkat estafet kepemimpinan beralih kepada John Ternus.

Pergantian ini membawa perasaan campur aduk bagi para penggemar Apple. Ada rasa kehilangan terhadap sosok Cook yang sudah begitu identik dengan Apple, tetapi juga muncul harapan agar kepemimpinan baru membawa keberanian dan kejutan yang selama beberapa tahun terakhir dinilai mulai berkurang.

Apple enthusiast Bagus Hernawan menilai salah satu pencapaian terbesar Cook adalah membuat basis pengguna Apple jauh lebih luas. Hal itu berjalan beriringan dengan pertumbuhan bisnis perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Menurut saya Tim Cook sukses di sisi meningkatkan kalangan pengguna Apple menjadi jauh lebih besar daripada di era sebelumnya," kata Bagus kepada detikINET.

Ia juga menyoroti perubahan besar Apple menjadi perusahaan yang semakin mengandalkan bisnis layanan. Apple Music, Apple TV, Apple Arcade, Fitness+ hingga AppleCare+ berkembang di bawah kepemimpinan Cook.

Apple Silicon Jadi Warisan Tim Cook

Strategi iPhone pun berubah. Jika pada era Steve Jobs Apple biasanya memperkenalkan satu model iPhone baru dalam setahun, pada era Cook perusahaan menawarkan beberapa varian sekaligus untuk menjangkau konsumen lebih luas.

Dari sisi produk, Bagus menyebut AirPods, Apple Watch dan chip Apple M Series sebagai tiga pencapaian penting era Cook.

AirPods berkembang menjadi salah satu perangkat populer Apple, sedangkan Apple Watch memperluas ekosistem perusahaan ke perangkat wearable dengan fokus kesehatan dan kebugaran.

Namun Apple Silicon mendapat sorotan khusus. Keputusan meninggalkan prosesor Intel dan beralih ke chip rancangan sendiri mengubah komputer Mac secara signifikan.

Bagus HernawanBagus Hernawan Foto: doc Pribadi

Pandangan serupa disampaikan Indra Surya, kreator iTechlife dan Apple enthusiast. Ia melihat Cook sebagai sosok yang berhasil membawa Apple keluar dari ketergantungan terhadap visi Steve Jobs.

"Kalau Steve Jobs lebih dikenal sebagai bapak visioner, Tim Cook jadi operatornya," ujar Indra.

Menurutnya, warisan Cook bukan sekadar membawa Apple menjadi perusahaan dengan valuasi sangat besar, tetapi juga membangun fondasi bisnis melalui supply chain, layanan, ekosistem hingga Apple Silicon.

"Menurut saya, satu hal warisan yang sangat penting adalah Apple Silicon. Transisi dari Intel ke chip buatan sendiri menunjukkan bahwa Apple di era Tim Cook sudah semakin berani mengontrol teknologi inti yang mereka gunakan," jelasnya.

Apple Makin Besar, tapi Kehilangan 'Wow Factor'?

Kesuksesan bisnis tersebut bukan berarti era Cook tanpa kritik. Indra melihat Apple berkembang menjadi perusahaan yang jauh lebih besar, tetapi pada saat bersamaan terasa lebih konservatif.

Menurutnya, Apple era Cook lebih banyak menyempurnakan produk yang sudah ada. Kamera semakin bagus, chip makin cepat dan daya tahan baterai meningkat, tetapi perubahan dari satu generasi ke generasi berikutnya terkadang tidak terasa sebesar dahulu.

Indra iTechLife bertemu Tim Cook saat kunjungan ke IndonesiaIndra iTechLife bertemu Tim Cook saat kunjungan ke Indonesia Foto: dok Pribadi

"Kalau sebagai bisnis, Apple jelas jauh lebih kuat. Tetapi sebagai pengguna yang sudah cukup lama mengikuti Apple, saya kadang kangen dengan kejutan-kejutan yang terjadi dari era Steve Jobs, ketika kita benar-benar tidak tahu Apple akan melakukan apa berikutnya," ungkap Indra.

Ia menilai Apple tetap inovatif. Hanya saja bentuk inovasinya berbeda dibandingkan era Jobs. Apple Silicon, computational photography, custom silicon, integrasi ekosistem, privasi dan layanan menjadi contoh inovasi yang tidak selalu terlihat langsung oleh konsumen.

"Apakah Apple masih memberikan wow factor sebanyak era Steve Jobs? Menurut saya masih jauh," katanya.

Bagus memiliki pandangan sedikit berbeda. Menurutnya, inovasi tetap menjadi salah satu faktor yang memungkinkan Apple terus tumbuh. Ia menunjuk Apple Vision Pro sebagai salah satu produk paling inovatif yang lahir di era Cook.

Namun Vision Pro menghadapi kendala harga yang tinggi serta ekosistem aplikasi yang dinilainya belum cukup menarik developer.

Bagus justru lebih kecewa terhadap batalnya proyek Apple Car dan perkembangan Siri yang dianggap terlambat dibandingkan asisten pintar pesaing.

Tim Cook Pergi, Apple Fan Sedih

Kepergian Cook juga meninggalkan sisi emosional bagi penggemar Apple.

"Agak sedih tetapi juga penasaran. Sedih karena sudah nggak ada 'Good morning' yang ikonik dari Tim Cook di setiap WWDC atau Apple Event," kata Bagus.

Indra mengungkapkan perasaan serupa. Setelah lebih dari satu dekade, Cook menurutnya sudah menjadi bagian dari identitas Apple.

Namun pergantian pemimpin juga dianggap sehat.

"Saya justru penasaran, apakah setelah Tim Cook pergi, kita akan melihat Apple memasuki fase baru yang lebih berani," ujar Indra.

John Ternus Ditunggu Gebrakannya

Bagus memprediksi Apple di bawah Ternus akan semakin fokus menjadikan produknya sebagai kekuatan utama, baik hardware, software maupun layanan.

"Inovasi produk baru juga mungkin akan lebih banyak dan cepat di era John Ternus," ujar Bagus.

Namun ia mengingatkan bahwa tugas CEO Apple jauh lebih luas dibandingkan sekadar mengembangkan produk.

Menurut Bagus, Ternus akan menghadapi sederet tantangan besar, mulai dari persaingan teknologi AI, kondisi geopolitik di berbagai negara hingga kelangkaan chip memori.

Pandangan serupa disampaikan Indra. Ia menilai pengalaman Ternus sebagai engineer bisa menjadi keuntungan karena kekuatan Apple selama ini terletak pada integrasi hardware dan software.

"Yang paling menarik buat saya adalah apakah dia akan membawa perspektif seorang engineer ke level pengambilan keputusan paling tinggi di Apple," katanya.

John Ternus, CEO AppleJohn Ternus, CEO Apple Foto: Apple

Baik Bagus maupun Indra sama-sama melihat AI sebagai salah satu pekerjaan rumah terbesar CEO baru Apple.

Bagus menyoroti bagaimana Apple harus mengembangkan Siri dan teknologi AI sambil tetap mempertahankan pendekatan perusahaan terhadap privasi pengguna.

"AI yaitu pengembangan Siri AI di masa depan, bersaing dengan beragam tools AI lain sementara Apple tetap ingin menjaga privasi pengguna," jelasnya.

Indra juga melihat Apple Intelligence akan menjadi ujian besar. Apple harus menentukan bagaimana teknologi tersebut dapat mengubah pengalaman menggunakan iPhone, Mac dan perangkat lainnya dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Namun menurut Bagus, tantangan Ternus tidak berhenti pada AI.

Geopolitik juga akan memainkan peran besar. Ia mencontohkan dorongan pemerintah Amerika Serikat agar Apple memperluas perakitan produknya di dalam negeri, persoalan TKDN di Indonesia, hingga aturan privasi dan AI di Eropa serta China.

Dengan skala Apple yang kini begitu besar, keputusan CEO baru tidak lagi sekadar berkaitan dengan teknologi, tetapi juga kebijakan pemerintah dan kepentingan bisnis di berbagai negara.

iPhone Lipat Jadi Ujian Pertama?

Pergantian kepemimpinan juga diharapkan menjadi momentum bagi Apple untuk kembali mengambil risiko lebih besar.

"Bisa banget, apalagi latar belakang John Ternus yang engineer banget," kata Bagus.

Ia berharap Apple melahirkan lebih banyak produk yang menjadi pelengkap ekosistem iPhone. Sejumlah perangkat yang ramai dibicarakan antara lain AirPods dengan kamera untuk kebutuhan AI, HomePod dengan layar sentuh hingga Apple Watch dengan desain baru.

Namun satu produk mendapat perhatian khusus: iPhone layar lipat.

Bagus menilai perangkat tersebut bisa menjadi produk inovatif pertama yang menguji kepemimpinan Ternus.

"Produk inovatif terbaru dari Apple yang akan menjadi debut pertama John Ternus sebagai CEO adalah iPhone lipat. Bisa dibilang ini sebagai ujian pertama John Ternus, apakah akan menjadi produk yang sukses atau gagal," ujarnya.

Indra juga paling menantikan perangkat serupa.

"Bukan hanya karena produknya bisa dilipat, tetapi karena saya ingin melihat bagaimana Apple mendefinisikan ulang kategori tersebut dengan cara mereka sendiri," katanya.

Ia berharap Apple tidak sekadar mengikuti tren smartphone foldable yang sudah lebih dulu dikembangkan banyak rival, tetapi datang dengan pendekatan berbeda yang terasa khas Apple.

Senior Vice President of Hardware Engineering Apple John TernusCEO Apple John Ternus Foto: Apple

Pesan untuk CEO Baru Apple

Ekspektasi kepada Ternus pada akhirnya bukan hanya soal menghadirkan produk baru.

Bagus berharap Apple kembali menempatkan pengalaman pengguna sebagai pusat pengembangan teknologi, terutama dalam AI.

"Harapan saya Apple akan lebih fokus pada user experience dan teknologi AI yang benar-benar bisa dipakai, tidak sekadar gimmick atau terbatas di negara tertentu saja," katanya.

Ia juga berharap pengguna Apple di Indonesia mendapat akses lebih luas terhadap fitur yang selama ini belum tersedia secara penuh.

"Harapan lainnya adalah pengguna Apple di Indonesia dapat semakin banyak menggunakan fitur dari Apple yang selama ini belum dibuka di sini. Seperti Apple Pay, Apple Maps yang mendukung traffic, dan lain-lain," ujarnya.

Lebih jauh, Bagus ingin Apple kembali menghasilkan sesuatu yang benar-benar tak terduga.

"Saya juga berharap Apple bisa menciptakan produk yang benar-benar baru, sesuatu yang tidak terpikirkan bisa diciptakan, semakin memudahkan hidup di era digital dan membuat kita semua ingin segera menggunakan setelah resmi dirilis."

Indra menyampaikan pesan yang lebih singkat, tetapi tak kalah tegas.

"Om John, jangan takut membuat Apple kembali terasa unpredictable."

Menurutnya, Steve Jobs membuat Apple berani melawan arus, sementara Cook membangun perusahaan menjadi jauh lebih kuat dan berkelanjutan.

Kini Ternus diharapkan bisa menggabungkan keduanya: kekuatan bisnis yang sudah dibangun Cook dengan keberanian menciptakan masa depan yang belum pernah ditawarkan Apple sebelumnya.



(afr/afr)






Hide Ads