×
Ad

Terobsesi Hidup Abadi, Miliarder Ini 'Kloning' Diri Jadi Bayi

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 31 Jul 2026 09:15 WIB
Terobsesi Hidup Abadi, Miliarder Ini 'Kloning' Diri Jadi Bayi Foto: via Boredpanda
Jakarta -

Miliarder teknologi sekaligus biohacker Bryan Johnson kembali membuat heboh. Pria yang terkenal dengan ambisinya melawan penuaan itu mengaku telah "mengkloning" dirinya sendiri dalam bentuk bayi.

Namun, Johnson tidak menciptakan bayi manusia sungguhan. "Klon" yang disebutnya sebagai Baby Bryan merupakan kumpulan sel punca hasil rekayasa yang saat ini hidup di dalam cawan petri.

Pengumuman tersebut disampaikan Johnson melalui akun X miliknya pada 21 Juli 2026. Dengan gaya dramatis, ia mengatakan baru saja menciptakan versi bayi dari dirinya sendiri.

"Saya baru saja mengkloning diri saya... sebagai bayi yang baru lahir," tulis Johnson.

Pernyataan itu langsung memicu perdebatan. Sebagian pengikutnya menganggap eksperimen tersebut sebagai langkah berani dalam penelitian umur panjang. Namun, tidak sedikit pula yang menilai Johnson sudah kelewat batas.

"Midlife crisis-nya bahkan berlari lebih cepat dari jadwal," canda seorang netizen. Pengguna lainnya memberikan dukungan dengan mengatakan bahwa seseorang harus berani melakukan eksperimen hari ini agar teknologi serupa dapat diwujudkan pada masa depan.

Apa Itu 'Baby Bryan'?

Baby Bryan dibuat menggunakan teknologi induced pluripotent stem cell atau iPSC. Dalam proses ini, sel dewasa yang diambil dari darah Johnson diprogram ulang menjadi sel punca dengan karakteristik menyerupai sel embrio.

Sel tersebut memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi beragam jenis sel dan jaringan tubuh. Secara teori, iPSC bisa dimanfaatkan untuk penelitian penyakit, pengujian obat, hingga pengembangan jaringan yang memiliki kecocokan genetik dengan pemilik sel.

Karena berasal dari tubuhnya sendiri, Johnson menyebut Baby Bryan sebagai versi biologis dirinya ketika masih sangat muda. Namun, sel-sel tersebut belum membentuk bayi maupun organisme manusia utuh.

"Baby Bryan ini tinggal di cawan petri untuk sementara," kata Johnson.

Ia berharap sel tersebut suatu hari dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan darah, jaringan, bahkan organ yang identik secara genetik dengan dirinya. Organ atau jaringan itu kemudian berpotensi digunakan untuk memperbaiki tubuhnya ketika menua.

"Dengan klon ini, saya bisa menjadi 'blood boy' saya sendiri, menguji terapi pada klon, menumbuhkan organ untuk transplantasi, mengembangkan pengobatan baru, dan menyuntikkan sel-sel muda," paparnya.

Meski demikian, berbagai ambisi tersebut masih bersifat eksperimental. Menumbuhkan organ manusia utuh yang aman dan siap ditransplantasikan dari sel iPSC masih menghadapi tantangan ilmiah serta medis yang kompleks.

Bryan Johnson Foto: via Boredpanda



Simak Video "Video: Bukan Tanda Tidur Nyenyak, Ngorok Bisa Jadi 'Bahaya' "


(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB