Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
YouTuber Ini Meninggal Gegara Menelan Racun Saat Live Streaming

YouTuber Ini Meninggal Gegara Menelan Racun Saat Live Streaming


Panji Saputro - detikInet

Police line tape. Crime scene investigation. Forensic science.
Ilustrasi. Foto: Getty Images/D-Keine
Jakarta -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang YouTuber berusia 50-an tahun meninggal dunia setelah menelah sebuah racun ketika melakukan siaran langsung di dalam kendaraan dekat rumanya. Penontonnya pun mati-matian menyelamatkannya dengan menghubungi layanan darurat.

Kejadiannya pada 18 Juli 2026 di Sinangu, Gwangju-si, Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan. Sebelum menelan racun, diketahui kalau YouTuber yang tidak disebutkan namanya oleh pihak kepolisian ini, sempat berdebat dengan subscriber.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Pihak kepolisian menyebut YouTuber ini sebagai A, sesuai dengan aturan privasi di negaranya. Saat diketahui A menelan zat beracun, seorang penontonnya bergegas menghubungi layanan darurat 119.

Petugas yang datang menemukan jantung YouTuber A berhenti berdetak. Mereka pun segera membawanya ke rumah sakit di Mokpo, tetapi sayangnya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Polisi kini telah mengamankan rekaman siaran langsungnya. Pihak berwenang sedang menyelidiki terkait apa yang dikatakannya selama pertengkaran dengan subscribernya, serta keadaan pasti seputar kematiannya, dilansir Dexerto, Rabu (22/7/2026).

YouTuber A dilaporkan tinggal bersama keluarganya di pulau itu dan mengoperasikan sebuah channel kecil. Siarannya sebagian besar terdiri dari percakapan sehari-hari dengan subscriber.

Namun ini bukan kreator pertama yang meninggal karena menelan zat beracun. Awal tahun ini, seorang influencer makanan Filipina meninggal beberapa hari setelah memakan krustasea beracun yang dikenal secara lokal sebagai "kepiting setan".

Korea Selatan cukup sering mengalami kematian streamer dalam setahun terakhir. Pada 2025, seorang streamer ditemukan tewas dan seorang penonton ditangkap karena pembunuhan usai menyumbangkan puluhan ribu dolar kepadanya.

Dalam kasus lain, Na Dong-hyun, yang lebih dikenal secara online sebagai Dae Library, ditemukan di rumahnya di Seoul setelah teman-teman kreator berusia 46 tahun itu menghubungi polisi, karena ia tidak muncul di pertemuan yang dijadwalkan dan tidak dapat dihubungi.



(hps/afr)






Hide Ads