Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Buka Prostitusi di Internet Demi Nafkahi Balita

Buka Prostitusi di Internet Demi Nafkahi Balita


- detikInet

Jakarta - Demi membayar biaya pengasuhan kedelapan anaknya yang masih balita, seorang ayah membuka bisnis prostitusi di internet. Kisah ini berawal ketika pria berusia 26 tahun ini berhutang sebesar USD 70.000 (USD 1 = Rp 9.390, sumber: detikcom) kepada tujuh wanita berbeda untuk membayar biaya pengasuhan anaknya. Ia membuka bisnis prostitusi untuk memperoleh uang.

Pria tersebut mendapat sorotan dari polisi setelah seorang ibu melaporkan bahwa ia telah menganiaya putrinya dan tidak mengizinkannya untuk bertemu dengan keluarganya. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa pria tersebut mengendalikan sedikitnya dua wanita melalui intimidasi dan kekerasan.

Untuk memuluskan bisnisnya, ia menyewa sebuah ruang motel dan mengambil uang dari para wanita yang melacur untuknya. Bisnis prostitusi ini dipublikasikan di CraigsΒ­list. Selama dua tahun terakhir, para wanita yang bekerja untuknya telah menghasilkan uang sebesar USD 300.000. Demikian dikutip detikINET dari Heraldnet, Kamis (22/11/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria ini lalu ditangkap untuk proses penyelidikan terkait masalah prostitusi. Beberapa jam setelah ditahan, ia pun dibebaskan. Polisi menemukan fakta bahwa tahun 1990, pria ini pernah melakukan percobaan penipuan terhadap bank. Selain itu, pria tidak pernah memiliki riwayat bekerja, tapi selalu datang ke kantor polisi dengan naik kendaraan mewah yang dikendarai oleh wanita yang berbeda, selain itu dia juga selalu memiliki banyak uang. Seorang wanita yang bekerja untuknya menuturkan bahwa pria ini menyimpan uangnya dalam sebuah kotak, karena khawatir jika dia menyimpan uangnya di bank, pemerintah akan menyitanya untuk melunasi pembayaran biaya pengasuhan anaknya.

Seorang ibu lainnya juga melaporkan bahwa putrinya ada di sebuah apartemen di selatan Everett. Kemudian para detektif menemukan bahwa wanita ini bekerja untuk pria Everett tersebut, dan dibeli seharga USD 250. Wanita ini mengaku bahwa semua uang hasil menjual diri dia serahkan kepada pria tersebut. Pria ini selalu membawa pistol, memukul dan menganiaya para wanita yang bekerja untuknya. Segala gerak-gerik para wanita tersebut dibatasi, pria tersebut membelikan mereka pakaian dalam, dan memberikan ponsel untuk menghubunginya jika ada klien datang dan setelah 'tugas' mereka selesai. (dwn/dwn)




Hide Ads