Apple belum lama ini memblokir dua aplikasi penting yang dipakai banyak warga Rusia. Pejabat Rusia merespons pemblokiran itu dengan mengimbau pengguna iPhone untuk beralih ke Android.
Hal ini bermula ketika Apple memblokir aplikasi VKontakte dan Max di App Store, sehingga tidak tersedia untuk pengguna iPhone di Rusia. VKontakte adalah aplikasi media sosial mirip Facebook, sedangkan Max adalah aplikasi messaging lokal pengganti WhatsApp.
Max diblokir pada awal Juni, sedangkan VKontakte diblokir pada 25 Juni. Pengguna yang sudah menginstal masih dapat menggunakan dua aplikasi ini di iPhone, tapi Apple sudah menonaktifkan fitur push notification di aplikasi sehingga fungsinya terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi pemblokiran tersebut, juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov menuntut penjelasan dari Apple. Ia juga mengimbau pengguna iPhone untuk ganti ke Android jika tetap ingin menggunakan dua aplikasi tersebut.
"Selalu ada solusi cepat. Beralihlah ke Android, beralihlah ke sistem kami, beralihlah ke layanan kami yang setara, dan terus gunakam layanan yang Anda sukai," kata Peskov, seperti dikutip dari Ars Technica, Minggu (28/6/2026).
VK Group, pengembang VKontakte dan layanan terkait, mengeluarkan pernyataannya sendiri yang menyatakan bahwa Apple menghapus aplikasinya dari App Store tanpa peringatan atau penjelasan.
"VK tidak pernah dikenai sanksi atau dimasukkan dalam daftar sanksi, sebuah fakta yang dikonfirmasi oleh banyak pendapat hukum dari penasihat internasional dan AS," kata VK Group dalam pernyataan resminya.
"Apple secara sepihak menghapus aplikasi VK tanpa pemberitahuan sebelumnya... Kami menganggap tindakan Apple terhadap pengguna Rusia tidak dapat dibenarkan dan tidak dapat diterima," sambungnya.
VK Group menekankan bahwa aplikasi mereka untuk platform Android tetap berfungsi sepenuhnya, termasuk update dan notifikasi. Aplikasi-aplikasi tersebut tersedia di RuStore, Google Play, Huawei AppGallery, Samsung Store, Xiaomi Store, dan website resmi.
(vmp/vmp)

