Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
IBA 2007 Ganjar Sutradara Sampai Guru Pedalaman

IBA 2007 Ganjar Sutradara Sampai Guru Pedalaman


- detikInet

Jakarta - PT Excelcomindo Pratama alias XL akhirnya menganugerahkan penghargaan Indonesia Berprestasi Award (IBA) 2007 pada empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang berprestasi. Mereka adalah sutradara film Nia Dinata untuk kategori Seni Budaya, Dr. Istadi ST. MT untuk kategori Ilmu Pengetahuan, Adrianus Amheka untuk bidang Teknologi dan Frederick Sitaung di bidang Pendidikan."Dengan adanya penghargaan ini, kami ingin membuktikan bahwa warga negara Indonesia pun juga bisa berprestasi, tidak kalah dengan bangsa-bangsa lainnya," tutur Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi dalam acara penyerahan penghargaan di Balai Kartini Jakarta, Kamis (15/11/2007).Sedikitnya terdapat 140 kandidat dari seluruh propinsi yang diseleksi untuk menentukan empat pemenang utama. "Jujur, kami merasa kesulitan untuk memilih pemenang karena semuanya layak. Kami juga merasa bangga dan terharu dengan prestasi mereka," ujar salah satu juri Prof. Dr. Komarudin Hidayat sebelum mengumumkan pemenang kategori pendidikan yang diseleksinya.Rangkaian seleksi penghargaan IBA 2007 dimulai sejak Mei 2007. Kriteria peserta antara lain mempunyai karya usaha yang bermanfaat bagi masyarakat luas serta berumur di bawah usia 40 tahun. "Di bawah 40 tahun karena kami ingin menjaring bibit-bibit unggul. Namun bisa saja kriteria usia ini berubah pada masa mendatang," ungkap Myra Junor, GM Corporate Communications XL.Menurut Hasnul Suhaimi, pihak XL memang berencana terus menggeber acara serupa pada tahun-tahun mendatang. "Kami harap penghargaan ini akan membangkitkan semangat orang-orang untuk berprestasi. Bahkan bisa jadi dari ajang ini, akan didapat pengakuan internasional," tandasnya.Guru Pedalaman 15 TahunTerdapat berbagai pertimbangan dewan juri untuk menentukan pemenang. Prof Dr. Komarudin Hidayat selaku juri bidang pendidikan memilih Frederik Sitaung, seorang guru di pedalaman Papua. Frederik dipilih karena ia mengabdikan dirinya selama 15 tahun di daerah terpencil untuk mendidik anak bangsa. Hal ini disebut bisa jadi suri teladan untuk guru guru lainnya.Sementara Prof. Yohanes Surya, Phd memilih Dr. Istadi, S.T, M.T sebagai pemenang kategori Ilmu Pengetahuan karena mampu memanfaatkan kandungan karbondioksida dalam gas alam. Hal ini disebut bisa membantu mengurangi efek pemanasan global.Untuk kategori Seni Budaya yang diseleksi juri Dr. Ninok Leksono, sutradara Nia Dinata dipilih karena karya-karya filmnya mampu memotret fenommena sosial masyarakat Indonesia secara menarik. Selain itu, berbagai filmnya juga mampu meraih penghargaan internasional.Dalam bidang teknologi, Prof. Dr. Umar Anggara selaku juri memilih Adrianus Amheka sebagai pemenang utama. Alasannya, Adrianus mampu menciptakan perangkat teknologi sederhana bagi pengusaha tempe di Kupang. Hal ini dianggap sebagai sebuah alternatif yang bermanfaat. Masing-masing pemenang mendapat hadiah uang tunai 25 juta rupiah, medali dan trofi.Donasi MultiplexterDalam acara yang sama, XL juga menyerahkan secara simbolis donasi mesin transmisi Multiplexter kepada 13 universitas. Multiplexter adalah perangkat transmisi yang biasa dipakai oleh operator telekomunikasi. Diharapkan, peralatan ini akan bisa dimanfaatkan para mahasiswa.Ke 14 universitas yang mendapatkan donasi XL adalah Universitas Indonesia, Politeknik Negeri Jakarta, ITB, Institut Teknologi Harapan Bangsa, Politeknik Negeri bandung, Universitas Trisakti, ITS, Politeknik Negeri Surabaya, Universitas Petra, Universitas Brawijaya, UGM, Universitas Satyawacana, Politeknik Negeri Semarang, dan Universitas Udayana. (fyk/fyk)







Hide Ads