Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Robot Humanoid di China Kini Wajib Punya 'KTP'

Robot Humanoid di China Kini Wajib Punya 'KTP'


Fino Yurio Kristo - detikInet

Robot-robot dipamerkan di kantor perusahaan teknologi asal China UBTECH Robotics di kota Shenzhen, Guangdong, China, Kamis (16/4/2026). UBTECH yang didirikan pada 2012 itu berfokus pada pengembangan robot mirip manusia (humanoid) dan robot layanan cerdas. ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia
Robot humanoid. Foto: ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia
Jakarta -

China mulai menerapkan sistem identitas (ID) nasional untuk robot humanoid guna melacak aktivitas mereka, memantau risiko, serta menstandardisasi industri robotikanya yang tengah berkembang pesat.

Menurut lembaga penyiaran negara CCTV, sistem bernama Humanoid Full Lifecycle Management Service Platform ini diluncurkan pekan lalu. Sistem ini dirancang untuk robot bipedal (berkaki dua) berbentuk manusia yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI).

Platform ini memungkinkan pihak berwenang dan produsen memantau robot sepanjang masa operasional, seiring langkah China mempercepat peluncuran komersial robot humanoid di berbagai industri. Yu Xiuming, Wakil Kepala China Electronics Standardization Institute, mengatakan inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan keselamatan dan tata kelola robot humanoid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilaporkan South China Morning Post yang dikutip detikINET, tiap robot akan menerima kode ID unik yang memuat empat bagian. Kode tersebut terdiri dari dua digit kode negara untuk melacak pengiriman dan penjualan, empat digit kode produsen, enam digit kode model produk, serta 17 digit nomor seri untuk identifikasi setiap unit secara spesifik.

Beberapa robot humanoid di Provinsi Hubei diperkirakan akan jadi mesin pertama yang menerima nomor kartu identitas resmi ini. Liu Chuanhou, Chief Operating Officer Hubei Humanoid Robotics Innovation Center di Wuhan, mengatakan bahwa sistem ini dirancang tidak sekadar untuk menyimpan data registrasi.

ADVERTISEMENT

Platform tersebut mampu melacak catatan pemeliharaan, skenario penerapan, hingga kinerja operasional sepanjang hidup robot. Selain itu, informasi real time termasuk kondisi baterai, tingkat keausan sendi, dan akurasi operasional, juga dapat dipantau.

Liu Jieni, Direktur Bisnis perusahaan robotika Maxnova menyebut beberapa robot humanoid andalan mereka telah menyelesaikan registrasi. Ia menambahkan bahwa perusahaannya secara sukarela bergabung dalam inisiatif ini.

Berdasarkan laporan bulan Maret dari Beijing CCID Publishing and Media serta China Electronics News, China saat ini memimpin industri robot humanoid global. Laporan tersebut mencatat pengiriman robot humanoid global mencapai sekitar 17.000 unit pada tahun 2025, dengan nilai 2,88 miliar yuan.

China menyumbang 14.400 unit pengiriman atau setara 84,7 persen. Sementara pasar robot humanoid domestiknya tembus 1,55 miliar yuan, mewakili 53,8 persen total pasar global. China memiliki lebih dari 140 produsen robot humanoid, didukung rantai pasokan kuat, teknologi mumpuni, serta terus meluasnya aplikasi komersial.

Terlepas dari pertumbuhan industri yang pesat, pihak industri menyadari tantangan besar. Terdapat keluhan masih banyak perusahaan robotika China yang beroperasi dengan standar tidak selaras.

Kehadiran ID diharapkan dapat membantu menetapkan standar yang seragam serta mendukung pengembangan robot humanoid massal. "Dalam insiden keselamatan atau potensi bahaya data, nomor ID dapat mendukung pelacakan yang cepat serta penegasan terkait siapa yang harus bertanggung jawab. Ini akan sangat membantu mencegah berbagai risiko fatal, seperti penyalahgunaan teknologi maupun kebocoran informasi," pungkas Liu.




(fyk/fyk)
TAGS




Hide Ads