×
Ad

Karyawan Google Diduga Lakukan Insider Trading, Kantongi Rp 21 Miliar dari Polymarket

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 28 Mei 2026 13:33 WIB
Foto: REUTERS/Annegret Hilse
Jakarta -

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendakwa software engineer Google Michele Spagnuolo dengan tuduhan insider trading. Spagnuolo diduga mengantongi USD 1,2 juta (Rp 21 miliar) dari Polymarket menggunakan informasi bisnis rahasia.

Spagnuolo, yang menggunakan nama 'AlphaRaccoon' di platform prediksi pasar Polymarket, sudah bekerja di Google selama lebih dari 12 tahun, menurut informasi publik di LinkedIn.

"Seperti yang dituduhkan, Spagnuolo melanggar kewajibannya kepada pemberi kerja dan menggunakan informasi bisnis rahasia Google untuk meraup keuntungan lebih dari USD 1,2 juta di Polymarket," kata Jay Clayton, Jaksa Agung Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York, seperti dikutip dari TechCrunch, Kamis (28/5/2026).

"Insider trading membahayakan integritas pasar kita, dan rakyat Amerika ingin perilaku yang didorong oleh keserakahan ini diselidiki dan dituntut," sambungnya.

Menurut dokumen pengadilan, Spagnuolo mempertaruhkan lebih dari USD 2,7 juta dalam taruhan terkait Google Year in Search 2025, sebuah kampanye di mana Google mengungkap penelusuran terpopuler di dunia sepanjang tahun.

Spagnuolo dituding mengakses data internal Google Search yang rahasia tentang selebriti yang paling banyak dicari sebagai sumber informasi sebelum memasang taruhan.

Juru bicara Google mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan penegak hukum untuk membantu penyelidikan.

"Karyawan tersebut mengakses materi marketing menggunakan alat yang tersedia untuk semua karyawan, tapi menggunakan informasi rahasia untuk memasang taruhan merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan kami," kata juru bicara Google.

"Kami telah merumahkan karyawan tersebut dan akan mengambil tindakan yang sesuai," sambungnya.

Platform prediksi pasar seperti Polymarket dan Kalshi memungkinkan pengguna untuk memasang taruhan di hampir semua hal. Insider trading sudah dilarang di dua platform tersebut karena ilegal, tapi masih banyak pengguna yang melakukan pelanggaran tersebut.

Departemen Kehakiman AS belum lama ini mendakwa tentara U.S. Army yang menggunakan informasi orang dalam terkait operasi militer AS untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk memenangkan USD 400.000 di Polymarket.



Simak Video "Video: Microsoft-Apple Minta Pengguna Tak Pakai Google Chrome, Kenapa?"

(vmp/vmp)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork