Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kensenjangan Akses Internet Indonesia Itu Nyata, Ini Buktinya

Kensenjangan Akses Internet Indonesia Itu Nyata, Ini Buktinya


Agus Tri Haryanto - detikInet

Jaringan sinyal atau internet rasanya sudah menjangkau hampir seluruh sudut kota-kota besar yang ada di Indonesia. Dengan begitu, maka kemudahan menggunakan media sosial, mobile banking, akses internet semakin mudah dirasakan oleh masyarakat. Namun hal tersebut berbanding terbalik dengan warga di Desa Saluta, Tutumaluleo, Halmahera Utara (Halut). Berada di salah satu wilayah di ujung timur Indonesia, warga Desa Saluta belum bisa merasakan adanya kemudahan internet.
Ilustrasi akses internet belum merata di Indonesia. Foto: Rafida Fauzia
Jakarta -

Kesenjangan akses internet Indonesia masih terjadi di Indonesia. Hal itu jadi sorotan di tengah perkembangan layanan digital saat ini.

Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2026 mencapai 235.261.078 jiwa dari total populasi Indonesia sebanyak 287.886.782 jiwa.

Namun besarnya jumlah pengguna internet Indonesia tersebut tidak diimbangi dengan kontribusi per wilayah atau pulau besar. Jawa masih tetap tertinggi dan area Maluku & Papua menjadi yang paling rendah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Penyebaran pengguna internet nasional masih didominasi wilayah Jawa. Tingkat penetrasi internet di pulau paling padat ini mencapai 85,95% dengan kontribusi sebesar 58,24% terhadap total pengguna internet nasional.

Di posisi berikutnya terdapat Kalimantan dengan tingkat penetrasi internet sebesar 80,40% dan kontribusi 6,20%. Sementara itu, Sumatera mencatat tingkat penetrasi 78,24% dengan kontribusi 20,74%.

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara memiliki tingkat penetrasi internet sebesar 78,14% dengan kontribusi 5,26%. Adapun Sulawesi mencatat penetrasi sebesar 72,58% dengan kontribusi 6,62%, sedangkan Maluku dan Papua menjadi wilayah dengan tingkat penetrasi terendah, yakni 69,74% dengan kontribusi 2,94%.

Kondisi penyebaran pengguna internet ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana Jawa tetap ada urutan teratas dan Maluku & Papua berada di urutan terbawah.

Presiden Prabowo Subianto belum lama ini saat melakukan kunjungan kerja ke Miangas mengungkapkan pekerjaan rumah pemerintah terkait pemerataan akses internet dengan menargetkan sebanyak 2.500 desa hingga akhir 2026, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Saat mendampingi Presiden, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pemerintah terus memperluas akses digital hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia yang akan menjadi fondasi membuka akses pendidikan, layanan publik hingga pelaung ekonomi digital masyarakat di daerah terpencil.

"Anak-anak di Miangas berhak mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak-anak di Pulau Jawa. Pelaku usaha kecil di sini juga harus bisa mengembangkan usahanya ke pasar yang lebih luas," ucap Meutya.




(agt/agt)




Hide Ads