×
Ad

5 Talenta ASEAN Bersinar di WWDC 2026, 2 dari Indonesia

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 15 Mei 2026 14:00 WIB
5 Talenta ASEAN Bersinar di WWDC 2026, 2 dari Indonesia Foto: Apple
Jakarta -

Lima talenta muda Asia Tenggara berhasil mencuri perhatian Apple lewat ajang Swift Student Challenge 2026. Dari total 350 pemenang global yang diumumkan menjelang WWDC 2026, dua developer muda asal Indonesia masuk daftar distinguished winners dan akan hadir langsung di Cupertino, Amerika Serikat.

Apple menyebut para peserta tahun ini menghadirkan beragam aplikasi kreatif berbasis Swift dan AI, mulai dari edukasi privasi digital, kesehatan mental, hingga literasi kecerdasan buatan.

Senior Director Worldwide Developer Relations Apple, Enwei Xie, mengatakan tahun ini Swift Student Challenge diikuti peserta dari 37 negara dan wilayah. Dari ratusan pemenang tersebut, Apple memilih 50 distinguished winners untuk mengikuti pengalaman eksklusif selama tiga hari di Cupertino saat WWDC berlangsung.

"Lima distinguished winners berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam," ujar Enwei.

Menurut Enwei, para pelajar dari Asia Tenggara tahun ini tampil sangat impresif lewat karya yang mereka buat menggunakan teknologi Apple.

"Para siswa ini menghadirkan kreativitas luar biasa dan memanfaatkan kekuatan platform Apple, Swift, serta berbagai alat AI untuk membangun playground pemenang mereka. Semuanya sangat mengesankan dan bermakna. Saya harap Anda menikmati kesempatan untuk mendengar langsung dan melihat playground dari para pemenang Asia Tenggara kami," katanya.

Swift Student Challenge 2025 Foto: Apple

Swift Student Challenge merupakan program tahunan Apple untuk mendukung generasi baru developer, desainer, dan entrepreneur muda. Lewat kompetisi ini, para pelajar diberi kebebasan menciptakan aplikasi sesuai minat dan kepedulian mereka terhadap masalah di dunia nyata.

Apple menyebut karya para peserta tahun ini sangat beragam, mulai dari aplikasi untuk membantu pengguna keluar dari zona banjir hingga solusi yang membuat seni lebih mudah diakses oleh individu dengan tremor.

Menurut Enwei, coding kini telah menjadi bahasa universal yang mampu memberdayakan banyak orang untuk menciptakan perubahan.

"Di Apple, kami percaya aplikasi untuk semua orang seharusnya dibuat oleh semua orang," katanya.

Kehadiran dua wakil Indonesia di panggung WWDC 2026 menjadi sinyal positif bahwa talenta digital Tanah Air semakin kompetitif di level global. Ajang ini sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda ASEAN mulai memainkan peran penting dalam ekosistem teknologi dunia.

Profil Talenta ASEAN di WWDC 2026

Berikut profil singkat talenta digital ASEAN yang bakal ke WWDC 2026

1. Ghazali Ahlam Jazali - Indonesia

Ghazali Ahlam Jazali, 23 tahun, memenangkan Swift Student Challenge lewat aplikasi edukatif bertajuk They Have Your Fingerprint!.

Lahir di Klaten dan sempat tinggal di beberapa kota sebelum bergabung dengan Apple Developer Academy Surabaya pada 2025, Ghazali mulai tertarik pada coding sejak SMP dan jatuh hati pada pengembangan iOS serta bahasa Swift.

Ghazali Ahlam Jazali Foto: Apple

Lulusan Ilmu Komputer Universitas Sanata Dharma ini mengangkat isu privasi digital yang sering diabaikan, yakni canvas fingerprinting, teknik pelacakan pengguna berdasarkan cara perangkat menampilkan font, warna, hingga emoji.

Lewat mini game interaktif menggunakan dokumen virtual seperti paspor dan boarding pass, ia berupaya membuat konsep teknis tersebut lebih mudah dipahami masyarakat.

"Tujuan saya adalah membuat ancaman privasi yang tidak terlihat menjadi lebih nyata agar orang sadar akan risikonya," ujar Ghazali.

Ia kini berencana menyempurnakan aplikasinya sebelum dirilis di App Store.

2. Francesco Emmanuel Setiawan - Indonesia

Francesco Emmanuel Setiawan, 23 tahun, merupakan mahasiswa tingkat akhir Ilmu Komputer di BINUS University yang meraih gelar Distinguished Winner lewat aplikasi Against the Silence.

Ketertarikannya pada teknologi dimulai sejak kecil setelah terinspirasi filosofi "Think Different" milik Apple. Ia mulai belajar coding melalui Swift Playgrounds pada usia 15 tahun.

Francesco Emmanuel Setiawan Foto: Apple

Lulusan Apple Developer Academy Tangerang 2025 ini menciptakan game yang membantu pengguna melawan rasa takut berbicara di depan umum.

Ide tersebut lahir dari pengalaman pribadinya menghadapi social anxiety dan kesulitan menyampaikan pendapat secara spontan.

Dalam game tersebut, pemain harus mengalahkan "monster" simbol rasa takut dengan mempertahankan opini unik menggunakan kata-kata tertentu sambil menghindari filler seperti "umm" atau "hmm".

"Penghargaan ini membuktikan bahwa perjuangan pribadi bisa diubah menjadi alat yang membantu orang lain," kata Francesco.

Ke depan, ia berencana menyempurnakan aplikasinya sebelum dirilis di App Store.




(afr/afr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork